Concurrent Triangulation: Pengertian, Tahapan, Dan Contoh Penelitian

Sequential Exploratory

Concurrent triangulation merupakan salah satu desain dalam mixed methods yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.

Berbeda dengan sequential exploratory yang dilakukan secara bertahap, pada desain ini kedua jenis data dikumpulkan dalam waktu yang sama, kemudian dianalisis secara terpisah sebelum hasilnya dibandingkan dan diintegrasikan.

Pendekatan ini banyak digunakan ketika peneliti ingin memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai suatu fenomena sekaligus memvalidasi temuan melalui dua pendekatan penelitian yang berbeda.

1. Apa Itu Concurrent Triangulation?

Concurrent triangulation adalah desain mixed methods yang mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan (concurrent). Kedua jenis data memiliki bobot yang relatif seimbang sehingga tidak ada pendekatan yang lebih dominan.

Alur penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

Pengumpulan Data Kuantitatif + Pengumpulan Data Kualitatif → Analisis Masing-Masing → Integrasi Hasil → Kesimpulan

Melalui proses inilah peneliti dapat membandingkan hasil dari kedua pendekatan untuk melihat apakah keduanya saling mendukung atau justru menunjukkan perbedaan yang memerlukan interpretasi lebih lanjut.

2. Karakteristik Concurrent Triangulation

Beberapa karakteristik utama desain ini meliputi:

  1. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bersamaan.
  2. Kedua pendekatan memiliki prioritas yang seimbang.
  3. Analisis dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik masing-masing data.
  4. Integrasi dilakukan pada tahap interpretasi hasil.
  5. Digunakan untuk meningkatkan validitas dan kepercayaan terhadap temuan penelitian.

3. Tahapan Penelitian Concurrent Triangulation

Pelaksanaan penelitian umumnya melalui beberapa langkah berikut.

  1. Menentukan tujuan dan rumusan masalah penelitian.
  2. Mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.
  3. Menganalisis kedua jenis data menggunakan metode yang sesuai.
  4. Membandingkan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif.
  5. Mengintegrasikan hasil untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif.

4. Kelebihan Concurrent Triangulation

Desain ini menawarkan beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Menghemat waktu karena kedua jenis data dikumpulkan secara bersamaan.
  2. Memberikan validasi silang (triangulation) terhadap hasil penelitian.
  3. Menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.
  4. Mengurangi bias yang mungkin muncul apabila hanya menggunakan satu pendekatan penelitian.
  5. Cocok untuk penelitian multidisiplin yang membutuhkan data numerik dan naratif.

5. Kekurangan Concurrent Triangulation

Di samping kelebihannya, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan.

  1. Membutuhkan kemampuan dalam analisis kuantitatif dan kualitatif.
  2. Proses integrasi hasil dapat menjadi cukup kompleks.
  3. Perbedaan hasil antara kedua pendekatan sering memerlukan interpretasi yang lebih mendalam.
  4. Membutuhkan perencanaan penelitian yang matang sejak awal.

6. Contoh Penerapan Concurrent Triangulation

Misalnya, seorang peneliti ingin mengevaluasi efektivitas penggunaan platform pembelajaran daring di perguruan tinggi.

Pada waktu yang sama, peneliti:

  • Menyebarkan kuesioner kepada 300 mahasiswa untuk memperoleh data kuantitatif mengenai tingkat kepuasan dan hasil belajar.
  • Melakukan wawancara mendalam kepada dosen dan mahasiswa untuk menggali pengalaman mereka selama menggunakan platform tersebut.

Setelah kedua data dianalisis secara terpisah, hasilnya dibandingkan. Apabila data statistik menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dan wawancara mengungkap alasan yang mendukung temuan tersebut, maka kesimpulan penelitian menjadi lebih kuat. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan hasil, peneliti dapat memberikan interpretasi berdasarkan konteks yang ditemukan.

Kesimpulan

Concurrent triangulation merupakan desain mixed methods yang menggabungkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh validasi silang terhadap hasil penelitian sekaligus menghasilkan pemahaman yang lebih utuh mengenai fenomena yang diteliti. Dengan perencanaan yang baik, concurrent triangulation menjadi salah satu desain mixed methods yang efektif untuk meningkatkan kualitas penelitian.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

Scan the code

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ

Apa Itu Concurrent Triangulation?

Concurrent triangulation adalah desain mixed methods yang mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, kemudian mengintegrasikan hasilnya pada tahap interpretasi.

Apa Perbedaan Concurrent Triangulation Dan Sequential Explanatory?

Concurrent triangulation mengumpulkan kedua jenis data secara simultan, sedangkan sequential explanatory dilakukan secara berurutan dengan penelitian kuantitatif terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan penelitian kualitatif.

Kapan Concurrent Triangulation Digunakan?

Desain ini digunakan ketika peneliti ingin memperoleh validasi silang dari dua pendekatan penelitian sekaligus dalam satu periode pengumpulan data.

Apa Keunggulan Concurrent Triangulation?

Keunggulan utamanya adalah efisiensi waktu, validitas hasil yang lebih kuat, dan kemampuan memberikan gambaran penelitian yang lebih komprehensif.

Apakah Concurrent Triangulation Cocok Untuk Penelitian Pendidikan?

Ya. Desain ini banyak digunakan dalam penelitian pendidikan, kesehatan, bisnis, dan ilmu sosial yang membutuhkan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif.

Referensi

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.
  2. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  3. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
  4. Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs: Principles and practices. Health Services Research, 48(6), 2134–2156.
  5. Greene, J. C. (2007). Mixed methods in social inquiry. Jossey-Bass.
  6. Ivankova, N. V., Creswell, J. W., & Stick, S. L. (2006). Using mixed-methods designs in research. Field Methods, 18(1), 3–20.
  7. Plano Clark, V. L., & Ivankova, N. V. (2016). Mixed methods research: A guide to the field. SAGE Publications.
  8. Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students (8th ed.). Pearson.
  9. Tashakkori, A., & Teddlie, C. (2020). Foundations of mixed methods research: Integrating quantitative and qualitative approaches in the social and behavioral sciences (2nd ed.). SAGE Publications.
  10. Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.