
Jurnal nasional terakreditasi menjadi salah satu tujuan publikasi yang banyak dicari oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan akademisi di Indonesia. Alasannya, jurnal jenis ini memiliki status yang lebih jelas, dikelola berdasarkan standar tertentu, dan sering digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik.
Tentunya memilih jurnal nasional terakreditasi tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat nama jurnal atau klaim di website penerbit. Penulis perlu memahami kriteria jurnal, peringkat akreditasi, kesesuaian bidang, sampai proses publikasi yang harus dilalui sebelum artikel diterima.
Artikel ini membahas apa itu jurnal nasional terakreditasi, bagaimana kriteria dan peringkatnya, cara mengecek status jurnal, serta panduan praktis agar naskah lebih siap sebelum dikirim ke jurnal tujuan.
Apa Itu Jurnal Nasional Terakreditasi?
Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia dan telah dinilai memenuhi standar tertentu dalam pengelolaan, penerbitan, kualitas artikel, dan proses editorial. Jika Anda ingin memahami definisi dasarnya terlebih dahulu, baca juga artikel kami tentang Jurnal Nasional. Artikel tersebut membahas pengertian, ciri, dan fungsi jurnal nasional dalam publikasi ilmiah.
Istilah jurnal terakreditasi merujuk pada jurnal yang telah melalui proses penilaian resmi dan memperoleh peringkat akreditasi. Pembahasan lebih umum tentang hal ini dapat Anda baca di artikel Jurnal Terakreditasi.
Status akreditasi jurnal nasional di Indonesia umumnya dapat dicek melalui SINTA, yaitu Science and Technology Index. Melalui halaman Journals SINTA, penulis dapat mencari jurnal berdasarkan nama, ISSN, bidang ilmu, penerbit, dan peringkat akreditasi.
Jurnal nasional terakreditasi bukan sekadar jurnal yang memiliki ISSN atau website, tapi statusnya harus dapat diverifikasi melalui sumber resmi.
Mengapa Jurnal Nasional Terakreditasi Penting?
Jurnal nasional terakreditasi penting karena membantu penulis memastikan bahwa artikel diterbitkan di media ilmiah yang memiliki standar pengelolaan tertentu.
Bagi mahasiswa sendiri publikasi di jurnal nasional terakreditasi dapat menjadi syarat kelulusan atau nilai tambah akademik. Bagi dosen dan peneliti, publikasi di jurnal terakreditasi dapat mendukung laporan kinerja, rekam jejak penelitian, pengajuan hibah, dan kenaikan jabatan akademik.
Jurnal terakreditasi biasanya memiliki proses editorial dan peer review yang lebih tertata. Proses ini membantu memastikan artikel yang diterbitkan telah melalui penilaian akademik sebelum dipublikasikan.
Publikasi ilmiah juga memiliki manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk kebutuhan administratif. Artikel yang terbit di jurnal dapat membantu menyebarkan hasil penelitian, memperkuat reputasi akademik, dan membuka peluang kolaborasi. Pembahasan lengkapnya dapat Anda baca di artikel Manfaat Publikasi Ilmiah.
Status terakreditasi tidak otomatis membuat sebuah jurnal cocok untuk semua artikel. Penulis tetap harus memperhatikan kesesuaian topik, kualitas naskah, pedoman penulis, dan standar publikasi jurnal tujuan.
Kriteria Jurnal Nasional Terakreditasi
Sebuah jurnal nasional terakreditasi umumnya memiliki beberapa kriteria utama. Kriteria ini menjadi tanda bahwa jurnal dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
1. Memiliki ISSN
ISSN atau International Standard Serial Number adalah identitas resmi untuk terbitan berkala, termasuk jurnal ilmiah. Di Indonesia, informasi terkait ISSN dapat ditelusuri melalui Pusat Nasional ISSN Indonesia.
Namun, ISSN bukan jaminan akreditasi. Jurnal yang memiliki ISSN belum tentu terakreditasi SINTA. ISSN hanya menunjukkan identitas terbitan, sedangkan akreditasi menunjukkan penilaian kualitas pengelolaan jurnal.
2. Memiliki Website Jurnal yang Aktif
Jurnal nasional terakreditasi umumnya memiliki website resmi yang memuat informasi lengkap, seperti focus and scope, author guidelines, editorial team, peer review process, publication ethics, archive, dan contact.
Website jurnal juga perlu aktif dan mudah diakses. Jika website tidak dapat dibuka, arsip tidak rapi, atau informasi penting tidak tersedia, penulis perlu lebih berhati-hati.
Sebagai contoh saja, Anda dapat melihat laman Journal Techne sebagai salah satu contoh website jurnal yang memuat informasi publikasi dan pengelolaan jurnal secara daring.
3. Memiliki Proses Peer Review
Peer review adalah proses penilaian naskah oleh reviewer yang memiliki keahlian sesuai bidang artikel. Proses ini penting untuk menjaga kualitas artikel yang diterbitkan.
Jurnal yang baik biasanya menjelaskan jenis review yang digunakan, misalnya double blind review, single blind review, atau open review. Informasi ini biasanya dapat ditemukan di bagian peer review process pada website jurnal.
4. Memiliki Dewan Editor yang Jelas
Jurnal nasional terakreditasi sebaiknya mencantumkan nama editor, afiliasi, dan bidang keahlian secara jelas. Dewan editor yang kredibel menunjukkan bahwa jurnal dikelola oleh pihak yang memiliki kompetensi akademik.
Penulis perlu berhati-hati jika jurnal tidak mencantumkan editorial team, mencantumkan nama tanpa afiliasi, atau menggunakan nama akademisi tanpa informasi yang dapat diverifikasi.
5. Terbit Secara Berkala
Jurnal ilmiah harus memiliki jadwal terbit yang konsisten, misalnya dua kali atau tiga kali dalam setahun. Konsistensi terbit menunjukkan bahwa pengelola jurnal memiliki sistem editorial yang berjalan.
Sebelum submit, periksa arsip edisi sebelumnya. Pastikan jurnal masih aktif dan menerbitkan artikel sesuai jadwal.
6. Memiliki Ruang Lingkup yang Jelas
Jurnal yang kredibel memiliki focus and scope yang spesifik. Misalnya jurnal pendidikan, jurnal hukum, jurnal ekonomi, jurnal kesehatan, jurnal teknik, atau jurnal sosial humaniora.
Scope yang terlalu luas dan menerima semua bidang ilmu tanpa batasan bisa menjadi tanda bahwa jurnal tersebut kurang fokus. Bagi penulis, kesesuaian scope sangat penting karena artikel dapat ditolak jika topiknya tidak sesuai dengan bidang jurnal.
7. Memuat Artikel Ilmiah yang Berkualitas
Kualitas jurnal dapat dilihat dari artikel yang sudah diterbitkan. Penulis dapat membaca beberapa artikel terbaru untuk menilai struktur, metode, referensi, kualitas bahasa, dan relevansi topiknya.
Jika banyak artikel terlihat tidak rapi, referensinya lemah, atau pembahasannya tidak akademik, sebaiknya pertimbangkan jurnal lain.
Peringkat Jurnal Nasional Terakreditasi
Dalam SINTA, jurnal nasional terakreditasi dikelompokkan ke dalam peringkat SINTA 1 sampai SINTA 6. Peringkat ini membantu penulis memahami posisi jurnal dalam sistem akreditasi nasional.
Berikut gambaran umumnya.
| Peringkat | Gambaran Umum |
|---|---|
| SINTA 1 | Peringkat tertinggi jurnal nasional terakreditasi. Biasanya memiliki standar seleksi ketat, reputasi kuat, dan visibilitas tinggi. |
| SINTA 2 | Jurnal nasional terakreditasi dengan kualitas sangat baik dan sering menjadi target publikasi dosen, peneliti, serta mahasiswa pascasarjana. |
| SINTA 3 | Jurnal nasional terakreditasi dengan kualitas baik dan ruang lingkup bidang yang cukup jelas. |
| SINTA 4 | Jurnal nasional terakreditasi yang tetap layak dipertimbangkan, terutama untuk artikel dengan kontribusi spesifik atau lokal. |
| SINTA 5 | Jurnal nasional terakreditasi dengan standar dasar tertentu. Penulis tetap perlu mengecek kualitas pengelolaan dan kesesuaian scope. |
| SINTA 6 | Peringkat dasar dalam akreditasi jurnal nasional. Penulis perlu lebih teliti memeriksa konsistensi terbitan, kualitas artikel, dan reputasi penerbit. |
Peringkat SINTA dapat membantu penulis menentukan target publikasi. Namun, peringkat bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan. Artikel yang bagus tetap bisa ditolak jika tidak sesuai dengan scope jurnal atau tidak mengikuti pedoman penulis.
Perbedaan Jurnal Nasional, Jurnal Nasional Terakreditasi, dan Jurnal Internasional
Penulis sering bingung membedakan jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, dan jurnal internasional. Berikut penjelasan ringkasnya.
| Jenis Jurnal | Penjelasan |
|---|---|
| Jurnal Nasional | Jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia dan memiliki cakupan pembaca nasional. Belum tentu terakreditasi. |
| Jurnal Nasional Terakreditasi | Jurnal nasional yang sudah memperoleh peringkat akreditasi, umumnya SINTA 1 sampai SINTA 6. |
| Jurnal Internasional | Jurnal yang memiliki cakupan pembaca, penulis, atau editor lintas negara dan biasanya menggunakan bahasa internasional. |
| Jurnal Internasional Bereputasi | Jurnal internasional yang terindeks dalam database bereputasi seperti Scopus atau Web of Science dan memiliki indikator kualitas tertentu. |
Untuk jurnal nasional, penulis dapat menggunakan SINTA untuk mengecek akreditasi dan GARUDA untuk menelusuri publikasi ilmiah Indonesia.
Perlu dicatat juga bahwa jurnal yang terindeks GARUDA belum tentu terakreditasi SINTA. GARUDA berguna untuk penelusuran publikasi, sedangkan status akreditasi jurnal nasional sebaiknya tetap dicek melalui SINTA.
Apakah Jurnal Nasional Terakreditasi Harus Berbahasa Inggris?
Jawabannya adalah tidak selalu. Sebagian jurnal nasional terakreditasi menerima artikel berbahasa Inggris, terutama jurnal dengan peringkat tinggi atau jurnal yang ingin menjangkau pembaca internasional. Namun, banyak jurnal nasional terakreditasi tetap menerima artikel dalam Bahasa Indonesia.
Beberapa jurnal menerapkan format campuran. Misalnya, artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia, tetapi abstrak dan kata kunci juga harus tersedia dalam Bahasa Inggris. Ada juga jurnal yang memberi pilihan kepada penulis untuk mengirim artikel dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
Penulis wajib membaca author guidelines sebelum submit. Jangan berasumsi bahwa jurnal SINTA 1 atau SINTA 2 selalu wajib berbahasa Inggris. Ketentuan bahasa bergantung pada kebijakan masing-masing jurnal.
Cara Mengecek Jurnal Nasional Terakreditasi
Sebelum mengirim artikel, lakukan pengecekan mandiri agar tidak salah memilih jurnal.
1. Cek di SINTA
Buka Journals SINTA, lalu masukkan nama jurnal atau ISSN pada kolom pencarian. Periksa peringkat akreditasi, penerbit, subject area, P-ISSN, E-ISSN, indeksasi, dan tautan website jurnal.

Pastikan nama jurnal dan ISSN yang muncul di SINTA sama dengan informasi di website jurnal.
2. Cek Website Resmi Jurnal
Setelah menemukan jurnal di SINTA, buka website resminya. Periksa apakah website tersebut memiliki informasi lengkap.
Bagian yang perlu dicek antara lain:
- focus and scope;
- author guidelines;
- editorial team;
- peer review process;
- publication ethics;
- publication fee;
- archive;
- contact;
- template artikel.
Jika banyak informasi penting tidak tersedia, sebaiknya jangan terburu-buru submit.
3. Cek Artikel yang Sudah Terbit
Baca beberapa artikel terbaru yang diterbitkan jurnal tersebut. Perhatikan apakah topiknya konsisten, struktur artikelnya rapi, referensinya relevan, dan kualitas bahasanya baik.
Langkah ini membantu penulis memahami standar jurnal sebelum mengirimkan naskah.
4. Cek Kesesuaian Scope
Scope adalah salah satu faktor paling penting dalam publikasi. Artikel yang tidak sesuai dengan scope jurnal bisa ditolak sejak tahap awal, meskipun kualitas tulisannya baik.
Misalnya, artikel tentang pendidikan dasar sebaiknya dikirim ke jurnal yang memang membahas pendidikan dasar, pendidikan umum, kurikulum, pembelajaran, atau bidang yang relevan. Jangan memaksakan artikel ke jurnal yang topiknya berbeda hanya karena peringkatnya lebih tinggi.
5. Cek Biaya Publikasi
Sebagian jurnal nasional terakreditasi mengenakan biaya publikasi, sebagian lainnya gratis. Biaya publikasi tidak otomatis berarti jurnal tersebut buruk, selama informasinya transparan dan proses review tetap berjalan dengan benar.
Yang perlu diwaspadai adalah jurnal yang meminta pembayaran cepat, menjanjikan terbit dalam waktu sangat singkat, atau tidak menjelaskan proses review secara jelas.
Panduan Publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi
Agar peluang artikel diterima lebih besar, penulis perlu menyiapkan naskah dengan baik sebelum submit.
1. Pilih Jurnal Sebelum Menyesuaikan Artikel
Banyak penulis menulis artikel terlebih dahulu, lalu bingung mencari jurnal. Cara ini tidak salah, tetapi sering membuat artikel sulit disesuaikan dengan template dan scope jurnal.
Sebaiknya, pilih beberapa jurnal target sejak awal. Setelah itu, pelajari gaya artikel, struktur, jumlah kata, dan referensi yang biasa digunakan jurnal tersebut.
2. Baca Author Guidelines dengan Teliti
Author guidelines adalah pedoman utama. Di dalamnya biasanya terdapat ketentuan tentang struktur artikel, jumlah kata, gaya sitasi, format tabel, format gambar, bahasa artikel, template, dan proses submit.
Mengabaikan pedoman penulis dapat membuat artikel dikembalikan sebelum masuk proses review.
3. Gunakan Template Jurnal
Jika jurnal menyediakan template, gunakan sejak awal. Template membantu penulis menyesuaikan format artikel dengan standar jurnal.
Perhatikan bagian judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.
4. Perkuat Metode Penelitian
Metode adalah bagian yang sering diperiksa reviewer. Jelaskan desain penelitian, sumber data, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, prosedur penelitian, dan teknik analisis.
Untuk penelitian kualitatif, jelaskan pendekatan, informan, teknik pengumpulan data, analisis data, dan validasi temuan. Untuk penelitian kuantitatif, jelaskan variabel, instrumen, uji validitas dan reliabilitas, serta teknik analisis statistik.
5. Gunakan Referensi yang Relevan dan Terbaru
Referensi menunjukkan posisi artikel dalam percakapan ilmiah. Gunakan referensi yang relevan, kredibel, dan cukup mutakhir.
Hindari menggunakan referensi yang terlalu umum, tidak sesuai topik, atau terlalu banyak bersumber dari blog yang tidak kredibel. Jika memungkinkan, gunakan artikel jurnal, buku akademik, laporan resmi, atau dokumen kebijakan yang relevan.
6. Tulis Pembahasan yang Tidak Sekadar Mengulang Hasil
Pembahasan adalah tempat penulis menjelaskan makna temuan. Jangan hanya mengulang hasil dalam bentuk narasi.
Hubungkan temuan dengan teori, penelitian terdahulu, konteks lapangan, dan implikasi praktis. Jelaskan apakah hasil penelitian mendukung, memperluas, atau berbeda dari penelitian sebelumnya.
7. Periksa Similarity Sebelum Submit
Similarity yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah dalam proses editorial. Sebelum mengirim artikel, lakukan pengecekan kesamaan teks.
Selain itu, pastikan semua kutipan ditulis dengan benar dan sumber dicantumkan di daftar pustaka.
8. Jangan Submit ke Banyak Jurnal Sekaligus
Mengirim satu artikel ke beberapa jurnal dalam waktu yang sama adalah pelanggaran etika publikasi. Kirim naskah ke satu jurnal terlebih dahulu. Jika ditolak atau ditarik secara resmi, barulah kirim ke jurnal lain.
Kesalahan Umum Saat Submit ke Jurnal Nasional Terakreditasi
Beberapa kesalahan berikut sering membuat artikel ditolak atau dikembalikan oleh editor:
- memilih jurnal yang tidak sesuai dengan topik artikel;
- tidak membaca author guidelines;
- tidak menggunakan template jurnal;
- abstrak terlalu umum dan tidak menggambarkan isi artikel;
- metode penelitian kurang jelas;
- referensi tidak relevan atau terlalu lama;
- pembahasan lemah dan tidak terhubung dengan literatur;
- similarity terlalu tinggi;
- bahasa artikel belum rapi;
- mengirim artikel ke lebih dari satu jurnal;
- tidak mengecek status jurnal melalui SINTA.
Kesalahan ini sebenarnya bisa dicegah jika penulis melakukan persiapan sebelum submit.
Checklist Sebelum Submit
Gunakan checklist berikut sebelum mengirim artikel ke jurnal nasional terakreditasi.
| Hal yang Dicek | Status |
|---|---|
| Jurnal sudah dicek di SINTA | ☐ |
| Peringkat jurnal sesuai kebutuhan publikasi | ☐ |
| Scope jurnal sesuai dengan topik artikel | ☐ |
| Website jurnal aktif dan informasinya lengkap | ☐ |
| Author guidelines sudah dibaca | ☐ |
| Template jurnal sudah digunakan | ☐ |
| Bahasa artikel sesuai ketentuan jurnal | ☐ |
| Metode penelitian sudah dijelaskan dengan jelas | ☐ |
| Referensi relevan dan terbaru | ☐ |
| Similarity sudah diperiksa | ☐ |
| Biaya publikasi sudah diketahui | ☐ |
| Tidak sedang submit ke jurnal lain | ☐ |
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: editor@kalampractica.com
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu jurnal nasional terakreditasi?
Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia dan telah memperoleh status akreditasi berdasarkan penilaian resmi. Status akreditasi jurnal nasional dapat dicek melalui SINTA.
Apa perbedaan jurnal nasional dan jurnal nasional terakreditasi?
Jurnal nasional adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia, tetapi belum tentu memiliki akreditasi. Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal nasional yang sudah memperoleh peringkat akreditasi, seperti SINTA 1 sampai SINTA 6. Baca juga pembahasan lengkap tentang Jurnal Nasional.
Bagaimana cara mengecek jurnal SINTA?
Buka Journals SINTA, lalu cari nama jurnal atau ISSN. Setelah itu, periksa peringkat akreditasi, penerbit, subject area, indeksasi, dan tautan website jurnal.
Apakah jurnal nasional terakreditasi harus berbahasa Inggris?
Tidak selalu. Sebagian jurnal menerima artikel berbahasa Inggris, tetapi banyak juga yang menerima Bahasa Indonesia dengan abstrak Bahasa Inggris. Ketentuan bahasa harus dicek di author guidelines jurnal tujuan.
Apakah jurnal yang punya ISSN pasti terakreditasi?
Tidak. ISSN hanya menunjukkan identitas terbitan berkala. Akreditasi jurnal nasional tetap harus dicek melalui SINTA.
Apakah jurnal yang ada di GARUDA pasti terakreditasi?
Tidak selalu. GARUDA adalah portal penelusuran publikasi ilmiah Indonesia. Untuk memastikan status akreditasi jurnal nasional, gunakan SINTA sebagai rujukan utama.
Apakah boleh mengirim artikel ke dua jurnal sekaligus?
Tidak boleh. Submit satu artikel ke beberapa jurnal dalam waktu bersamaan melanggar etika publikasi.
Apakah Kalam Practica Media memiliki jurnal untuk publikasi?
Kalam Practica Media memiliki kanal jurnal yang dapat diakses melalui Journal Techne. Penulis tetap perlu membaca focus and scope, author guidelines, dan ketentuan publikasi sebelum mengirimkan naskah.
Butuh Bantuan Publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi?
Memilih jurnal nasional terakreditasi tidak cukup hanya melihat peringkat. Penulis perlu memastikan jurnal sesuai dengan topik artikel, kualitas naskah, pedoman penulis, dan kebutuhan akademik.
Kalam Practica Media dapat membantu Anda dalam review artikel, pemilihan jurnal yang sesuai, penyesuaian template, pengecekan struktur naskah, serta pendampingan revisi berdasarkan komentar reviewer.




