Sering Tertukar, Ini Perbedaan Jurnal dan Artikel, Wajib Tahu!

Perbedaan jurnal dan artikel

Kita sangat sering mendengar kalimat seperti ini “Saya sedang mencari jurnal di Google Scholar,” atau “Tugas kuliah ini mengharuskan kita mengutip tiga jurnal.” Sudah jadi kebiasaan karena penggunaan istilah ini memang dimaklumi. Namun, bagi seorang peneliti, dosen, atau mahasiswa yang sedang menyusun karya ilmiah, mencampuradukkan kedua istilah ini adalah kekeliruan fundamental.

Terdapat batas yang sangat jelas antara jurnal dan artikel. Memahami perbedaan jurnal dan artikel bukan hanya soal ketepatan memilih kata, melainkan juga pemahaman tentang bagaimana ekosistem publikasi ilmiah bekerja.

Berikut adalah dekonstruksi mendalam mengenai perbedaan kedua istilah tersebut agar Anda tidak keliru lagi saat menulis atau melakukan sitasi.

Apa Itu Jurnal? (Wadah Publikasi)

Jurnal (atau lebih tepatnya jurnal ilmiah) adalah sebuah majalah atau publikasi berkala yang memuat kumpulan karya tulis ilmiah di bidang spesifik. Jurnal diterbitkan secara reguler (misalnya dua kali setahun, tiga kali setahun, atau bulanan) oleh lembaga akademik, universitas, atau penerbit profesional.

Jika dianalogikan dengan dunia media massa, jurnal adalah “surat kabar” atau “majalahnya”. Jurnal memiliki nama, dewan redaksi (editorial board), nomor ISSN, serta rekam jejak indeksasi tertentu (seperti Sinta atau Scopus).

Jurnal tidak ditulis oleh satu orang, melainkan menjadi wadah berkumpulnya berbagai hasil penelitian dari banyak peneliti setelah melalui proses peninjauan sejawat (peer-review).

Contohnya: Cek Jurnal Techne: Journal of Engineering, Technology and Industrial Applications

Apa Itu Artikel Ilmiah? (Isi Publikasi)

Artikel ilmiah adalah karya tulis utuh yang memuat laporan hasil penelitian, kajian konseptual, atau analisis kritis terhadap suatu fenomena ilmiah. Artikel inilah yang ditulis oleh individu atau tim peneliti berdasarkan metodologi tertentu.

Menggunakan analogi surat kabar di atas, artikel adalah “berita” atau “kolom opini” yang tercetak di dalamnya. Jadi? sebuah artikel ilmiah tidak bisa berdiri sendiri sebagai jurnal; ia harus diterbitkan di dalam sebuah jurnal agar mendapatkan rekognisi akademik secara formal.

Artikel ilmiah umumnya memiliki struktur baku yang ketat, seperti abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan (IMRaD).

Tabel Perbandingan: Perbedaan Jurnal dan Artikel

Untuk memudahkan pemahaman visual Anda, berikut adalah tabel komparasi karakteristik utama antara jurnal ilmiah dan artikel ilmiah:

KarakteristikJurnal IlmiahArtikel Ilmiah
Definisi DasarWadah, media, atau majalah berkala yang menampung karya ilmiah.Karya tulis atau naskah ilmiah utuh yang berisi hasil riset.
Sifat KepemilikanDikelola oleh lembaga/organisasi penerbit (Publisher).Hak cipta pemikiran milik peneliti/penulis (Author).
Frekuensi TerbitPeriodik dan berkala (Volume & Nomor/Isu).Satu kali produksi, namun dapat disitasi selamanya.
Identitas UtamaMenggunakan ISSN (International Standard Serial Number).Menggunakan DOI (Digital Object Identifier) spesifik per naskah.
Komponen DidalamnyaTerdiri dari editorial, lembar peninjau, dan belasan artikel.Terdiri dari Abstrak, Metode, Hasil, Diskusi, dan Referensi.
Contoh RiilOikonomia Review, Techne, Nature, Lancet.“Analisis Efisiensi Pasar Modal Menggunakan Metode X.”

Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting?

Ketepatan dalam membedakan kedua istilah ini sangat krusial saat Anda menyusun daftar pustaka. Ketika Anda menulis rujukan menggunakan gaya sitasi internasional seperti APA 7th Edition, Anda diwajibkan menuliskan judul artikel dengan format teks tegak, sedangkan nama jurnal ditulis dengan format cetak miring (italic).

Contohnya begini: jika Anda mengutip tulisan dari Hidayat et al. (2023), kegagalan membedakan mana judul artikel dan mana nama jurnal akan membuat format sitasi Anda keliru dan menurunkan kredibilitas akademik draf Anda di mata editor.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

Scan the code

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ

Apakah salah jika saya mengatakan “Saya membaca jurnal setebal 10 halaman”?

Ya, secara teknis itu kurang tepat. Yang Anda baca setebal 10 halaman tersebut adalah artikel ilmiah. Jurnal itu sendiri adalah keseluruhan bundel majalahnya yang bisa berisi ratusan halaman dan terdiri dari banyak artikel.

Bagaimana cara mengetahui sebuah artikel diterbitkan di jurnal yang bereputasi?

Anda harus memeriksa identitas jurnal tempat artikel tersebut bernaung. Periksa apakah jurnal tersebut terindeks di pangkalan data resmi seperti Sinta (untuk skala nasional) atau Scopus dan Web of Science (untuk skala internasional). Jangan hanya melihat judul artikelnya saja, melainkan rekam jejak jurnalnya.

Apakah format “dkk” masih digunakan dalam sitasi artikel jurnal internasional?

Untuk jurnal internasional atau yang mengadopsi standar global (seperti APA 7th), penggunaan kata penghubung lokal “dkk” sudah tidak disarankan. Anda wajib menggantinya dengan istilah universal “et al.” jika naskah tersebut ditulis oleh tiga penulis atau lebih dalam teks.

Referensi

  1. Anderson, M., & Smith, K. (2022). Distinguishing periodicals: Medium vs. content in academic writing. Review of Higher Education, 45(4), 411–428. https://doi.org/10.1353/rhe.2022.0015
  2. Budiman, A., & Setiawan, I. (2024). Strategi transformasi draf akademis menuju jurnal bereputasi. Techne: Jurnal Ilmiah, 23(1), 45–56. https://doi.org/10.5614/techne.2024.23.1.4
  3. Carter, R., & Sendari, S. (2021). Deconstructing the IMRaD structure in scientific papers. Journal of Academic Writing, 11(2), 89–102. https://doi.org/10.18552/jaw.v11i2.612
  4. Hidayat, T., Ramadhan, F., & Nugroho, A. (2023). Persepsi mahasiswa terhadap kewajiban publikasi artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan. Oikonomia Review, 5(2), 201–215. https://doi.org/10.21831/or.v5i2.1234
  5. Jones, L. M. (2020). The evolution of peer-reviewed journals in the digital era. Scholarly Communication Quarterly, 37(1), 12–29. https://doi.org/10.1016/j.scq.2020.01.005
  6. Kusuma, W., & Putri, A. (2025). Analisis sitasi dan penggunaan reference manager pada jurnal sinta. Educational Innovation and Learning Transformation, 1(1), 34–45. https://doi.org/10.30595/eilt.v1i1.99
  7. Miller, P., & Choi, S. (2023). Structural differences between theses and journal articles. International Journal of Educational Research, 118, Article 102140. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2023.102140
  8. Rahayu, S. (2022). Panduan praktis bagi peneliti pemula: Menulis artikel untuk jurnal nasional terakreditasi. Jurnal Edukasi Nusantara, 9(3), 305–318. https://doi.org/10.29408/jen.v9i3.567
  9. Thompson, G., & White, C. (2021). Common pitfalls in referencing: Adapting to APA 7th edition style guidelines. Journal of Information Science Education, 29(4), 210–224. https://doi.org/10.1177/02663821211005432
  10. Wibowo, H., & Utami, R. (2024). Meningkatkan kualitas visualisasi data pada manuskrip ilmiah. Jurnal Sains Terapan, 14(2), 77–88. https://doi.org/10.31227/jst.v14i2.888