Sequential Explanatory: Pengertian, Tahapan & Contoh Penelitian

Sequential Exploratory

Sequential explanatory merupakan salah satu desain penelitian dalam pendekatan mixed methods yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan.

Pada desain inilah penelitian diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk menjelaskan, memperdalam, atau menginterpretasikan hasil kuantitatif yang telah diperoleh.

Pendekatan ini banyak digunakan dalam penelitian pendidikan, sosial, kesehatan, bisnis, maupun manajemen karena mampu menghasilkan temuan yang lebih komprehensif dibandingkan hanya menggunakan satu pendekatan penelitian.

1. Apa Itu Sequential Explanatory?

Sequential explanatory adalah desain mixed methods yang terdiri atas dua tahap utama, yaitu penelitian kuantitatif sebagai tahap pertama dan penelitian kualitatif sebagai tahap kedua.

Tujuan utama desain ini adalah memberikan penjelasan terhadap hasil statistik melalui data kualitatif yang diperoleh setelah analisis kuantitatif selesai dilakukan.

Alurnya secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

Penelitian Kuantitatif → Analisis Data → Penelitian Kualitatif → Integrasi Hasil

Melalui pendekatan tersebut, peneliti tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hasil tersebut muncul.

2. Karakteristik Sequential Explanatory

Desain ini memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari desain mixed methods lainnya.

  1. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yang berurutan.
  2. Tahap kuantitatif menjadi fokus utama penelitian.
  3. Tahap kualitatif digunakan untuk menjelaskan hasil kuantitatif.
  4. Integrasi data dilakukan setelah kedua tahap selesai.
  5. Pemilihan informan pada tahap kualitatif sering didasarkan pada hasil analisis kuantitatif.

Karakteristik tersebut membuat sequential explanatory sangat efektif ketika hasil statistik memerlukan penjelasan yang lebih mendalam.

3. Tahapan Penelitian Sequential Explanatory

Pelaksanaan penelitian sequential explanatory umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.

Tahapan Sequential Exploratory

Tahap 1: Menentukan Permasalahan Penelitian

Peneliti terlebih dahulu menyusun rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis apabila menggunakan pendekatan kuantitatif.

Tahap 2: Mengumpulkan Data Kuantitatif

Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan instrumen seperti:

  • Kuesioner.
  • Tes.
  • Survei.
  • Data numerik lainnya.

Tahap ini biasanya melibatkan jumlah responden yang relatif besar agar hasil analisis memiliki tingkat representasi yang baik.

Tahap 3: Menganalisis Data Kuantitatif

Setelah data terkumpul, dilakukan analisis menggunakan teknik statistik yang sesuai, misalnya:

  • Statistik deskriptif.
  • Uji t.
  • ANOVA.
  • Regresi linier.
  • SEM atau PLS-SEM.
  • Analisis korelasi.

Hasil analisis ini menjadi dasar untuk menentukan fokus penelitian pada tahap berikutnya.

Tahap 4: Menentukan Informan Kualitatif

Informan dipilih berdasarkan hasil penelitian kuantitatif.

Sebagai contoh, peneliti dapat memilih:

  • Responden dengan skor tertinggi.
  • Responden dengan skor terendah.
  • Kelompok yang menunjukkan hasil tidak sesuai dugaan.
  • Responden yang mewakili kategori tertentu.

Pemilihan seperti ini memungkinkan peneliti memperoleh penjelasan yang lebih spesifik.

Tahap 5: Mengumpulkan Data Kualitatif

Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode seperti:

Tujuan tahap ini adalah menggali alasan, pengalaman, maupun faktor-faktor yang tidak dapat dijelaskan oleh data kuantitatif.

Tahap 6: Mengintegrasikan Hasil Penelitian

Tahap terakhir adalah menggabungkan hasil kuantitatif dan kualitatif menjadi satu kesimpulan yang utuh.

Pada tahap inilah peneliti menjelaskan bagaimana data kualitatif mendukung, memperjelas, atau bahkan memberikan perspektif baru terhadap hasil analisis kuantitatif.

4. Kelebihan Sequential Explanatory

Desain ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pendekatan tunggal.

  1. Memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.
  2. Menjelaskan hasil statistik secara lebih mendalam.
  3. Meningkatkan validitas interpretasi penelitian.
  4. Memudahkan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil penelitian.
  5. Cocok untuk penelitian yang melibatkan fenomena kompleks.

5. Kekurangan Sequential Explanatory

Meskipun memiliki banyak kelebihan, desain ini juga memiliki beberapa keterbatasan.

  1. Membutuhkan waktu penelitian yang lebih lama.
  2. Memerlukan kemampuan dalam dua pendekatan penelitian sekaligus.
  3. Proses analisis menjadi lebih kompleks.
  4. Membutuhkan biaya penelitian yang lebih besar.
  5. Integrasi hasil memerlukan ketelitian agar interpretasi tetap konsisten.

6. Contoh Penerapan Sequential Explanatory

Misalkan seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan Learning Management System (LMS) terhadap hasil belajar mahasiswa.

Tahap pertama dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 300 mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara penggunaan LMS dan hasil belajar.

Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan LMS berpengaruh positif terhadap hasil belajar, tetapi terdapat kelompok mahasiswa yang tetap memperoleh nilai rendah meskipun intensitas penggunaan LMS tinggi.

Untuk memahami fenomena tersebut, peneliti kemudian mewawancarai beberapa mahasiswa dari kelompok tersebut. Dari wawancara diketahui bahwa rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar, keterbatasan akses internet, dan kurangnya interaksi dengan dosen.

Melalui integrasi kedua jenis data tersebut, peneliti memperoleh kesimpulan yang lebih lengkap dibandingkan hanya mengandalkan analisis statistik.

7. Kapan Sequential Explanatory Sebaiknya Digunakan?

Desain ini tepat digunakan apabila:

  1. Peneliti ingin menjelaskan hasil kuantitatif secara lebih mendalam.
  2. Data statistik belum mampu menggambarkan penyebab suatu fenomena.
  3. Penelitian membutuhkan kombinasi data numerik dan naratif.
  4. Fokus penelitian tidak hanya mengukur hubungan antarvariabel, tetapi juga memahami alasan di balik hasil tersebut.

Kesimpulan

Sequential explanatory merupakan desain mixed methods yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Pendekatan ini diawali dengan pengumpulan serta analisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk menjelaskan hasil yang telah diperoleh. Dengan mengintegrasikan kedua jenis data, peneliti dapat menghasilkan temuan yang lebih mendalam, komprehensif, dan memiliki daya jelas yang lebih tinggi terhadap fenomena yang diteliti.

FAQ

Apa Itu Sequential Explanatory?

Sequential explanatory adalah desain mixed methods yang mengawali penelitian dengan pendekatan kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan hasil kuantitatif.

Apa Perbedaan Sequential Explanatory Dan Sequential Exploratory?

Sequential explanatory dimulai dari penelitian kuantitatif lalu dilanjutkan dengan kualitatif, sedangkan sequential exploratory dimulai dari penelitian kualitatif kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif.

Mengapa Sequential Explanatory Banyak Digunakan?

Karena desain ini mampu memberikan penjelasan yang lebih mendalam terhadap hasil statistik sehingga interpretasi penelitian menjadi lebih komprehensif.

Apakah Sequential Explanatory Cocok Untuk Penelitian Pendidikan?

Ya. Desain ini banyak digunakan dalam penelitian pendidikan untuk menjelaskan hasil survei, evaluasi pembelajaran, maupun efektivitas suatu metode pembelajaran.

Bagaimana Cara Mengintegrasikan Data Pada Sequential Explanatory?

Integrasi dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kuantitatif dan temuan kualitatif, kemudian menyusunnya menjadi satu interpretasi yang saling melengkapi.

Referensi

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.
  2. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
  3. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  4. Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs: Principles and practices. Health Services Research, 48(6), 2134–2156.
  5. Greene, J. C. (2007). Mixed methods in social inquiry. Jossey-Bass.
  6. Ivankova, N. V., Creswell, J. W., & Stick, S. L. (2006). Using mixed-methods sequential explanatory design: From theory to practice. Field Methods, 18(1), 3–20.
  7. Plano Clark, V. L., & Ivankova, N. V. (2016). Mixed methods research: A guide to the field. SAGE Publications.
  8. Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students (8th ed.). Pearson.
  9. Tashakkori, A., & Teddlie, C. (2020). Foundations of mixed methods research: Integrating quantitative and qualitative approaches in the social and behavioral sciences (2nd ed.). SAGE Publications.
  10. Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.