
Publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam dunia akademik. Melalui jurnal, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai laporan, skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi dapat dibaca, diuji, dan dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah yang lebih luas.
Salah satu wadah publikasi yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia adalah jurnal nasional. Namun, tidak semua terbitan ilmiah dapat langsung disebut sebagai jurnal nasional yang layak dijadikan tempat publikasi. Sebuah jurnal perlu memenuhi kriteria tertentu, mulai dari memiliki ISSN, dikelola secara profesional, memiliki proses editorial yang jelas, sampai menerbitkan artikel yang sesuai dengan kaidah ilmiah.
Artikel ini membahas apa itu jurnal nasional, kriteria yang perlu dipahami, perbedaannya dengan jurnal internasional, manfaat publikasi di jurnal nasional, serta cara memilih jurnal nasional yang kredibel.
Apa Itu Jurnal Nasional?
Jurnal nasional adalah terbitan ilmiah berkala yang memuat artikel hasil penelitian, kajian ilmiah, atau pemikiran akademik dalam bidang ilmu tertentu, serta ditujukan untuk masyarakat ilmiah di tingkat nasional.
Sederhananya jurnal nasional menjadi tempat bagi penulis untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang relevan dengan konteks Indonesia. Topiknya bisa sangat beragam, mulai dari pendidikan, hukum, ekonomi, kesehatan, teknik, sosial, humaniora, hingga keagamaan.
Jurnal nasional biasanya diterbitkan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi profesi, atau penerbit ilmiah. Agar dapat dipercaya, jurnal perlu memiliki identitas yang jelas, proses penerbitan yang konsisten, serta standar editorial yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk menelusuri jurnal ilmiah Indonesia, penulis dapat menggunakan beberapa portal resmi seperti SINTA dan GARUDA. SINTA menyediakan akses terhadap data jurnal, publikasi, sitasi, peneliti, dan institusi di Indonesia, sedangkan GARUDA berfungsi sebagai platform penelusuran publikasi ilmiah Indonesia.
Kriteria Jurnal Nasional
Sebuah jurnal nasional tidak cukup hanya memiliki website. Ada beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah sebuah jurnal dikelola dengan baik.
Berikut kriteria umum jurnal nasional yang perlu dipahami penulis.
| Kriteria | Penjelasan |
|---|---|
| Memuat karya ilmiah | Artikel yang diterbitkan harus berbasis penelitian, kajian ilmiah, atau pemikiran akademik yang sesuai kaidah keilmuan. |
| Memiliki ISSN | ISSN menjadi identitas resmi untuk terbitan berkala seperti jurnal. Penulis dapat mengecek informasi ISSN melalui Pusat Nasional ISSN Indonesia. |
| Terbit secara berkala | Jurnal memiliki jadwal terbit yang jelas, misalnya dua kali atau tiga kali dalam setahun. |
| Tersedia secara daring | Jurnal nasional umumnya memiliki website agar artikel dapat diakses oleh pembaca secara luas. |
| Dikelola secara profesional | Jurnal memiliki pengelola, editor, reviewer, pedoman penulis, dan proses editorial yang jelas. |
| Memiliki ruang lingkup keilmuan | Jurnal sebaiknya memiliki fokus bidang yang spesifik, bukan menerima semua jenis artikel tanpa batasan. |
| Diterbitkan oleh lembaga yang jelas | Penerbit dapat berupa perguruan tinggi, lembaga riset, asosiasi profesi, atau penerbit ilmiah yang kredibel. |
| Memiliki proses review | Artikel yang masuk sebaiknya melalui proses seleksi dan penilaian oleh editor atau reviewer. |
Kriteria ini membantu membedakan jurnal ilmiah dari majalah umum, blog pribadi, prosiding biasa, atau publikasi internal yang tidak memiliki proses akademik memadai.
Apakah Jurnal Nasional Harus Terakreditasi?
Tidak semua jurnal nasional otomatis terakreditasi. Ada jurnal nasional yang belum terakreditasi, ada juga jurnal nasional yang sudah memiliki peringkat akreditasi.
Jurnal nasional terakreditasi di Indonesia biasanya dikenal melalui peringkat SINTA 1 sampai SINTA 6. Penulis dapat mengecek status dan peringkat jurnal melalui halaman Journals SINTA. Di sana tersedia fitur pencarian jurnal berdasarkan nama, ISSN, subject area, dan peringkat akreditasi.
Umumnya sih semakin tinggi peringkat SINTA, semakin ketat pula standar pengelolaan dan seleksi artikelnya. Namun, peringkat bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Artikel tetap harus sesuai dengan scope jurnal, format penulisan, kualitas metode, serta standar referensi yang diminta.
Dengan kata lain, jurnal SINTA tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik jika topik artikel Anda tidak sesuai dengan bidang jurnal tersebut.
Perbedaan Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional
Jurnal nasional dan jurnal internasional memiliki perbedaan utama pada cakupan pembaca, bahasa, komposisi penulis, dewan editor, dan relevansi topik. Jurnal nasional umumnya berfokus pada isu, data, atau konteks yang relevan dengan kebutuhan ilmiah di Indonesia. Bahasa yang digunakan biasanya Bahasa Indonesia, meskipun beberapa jurnal juga menerima artikel berbahasa Inggris.
Jurnal internasional ditujukan untuk pembaca yang lebih luas secara global. Jurnal internasional biasanya menggunakan bahasa internasional, melibatkan penulis dari berbagai negara, dan memiliki dewan editor dengan latar belakang institusi yang lebih beragam.
Berikut perbandingan sederhananya.
| Aspek | Jurnal Nasional | Jurnal Internasional |
|---|---|---|
| Target pembaca | Komunitas ilmiah nasional | Komunitas ilmiah global |
| Bahasa | Umumnya Bahasa Indonesia, sebagian menerima Bahasa Inggris | Umumnya Bahasa Inggris atau bahasa internasional lain |
| Topik | Banyak membahas isu nasional atau lokal | Membahas isu yang relevan secara internasional |
| Penulis | Umumnya berasal dari institusi dalam negeri | Dapat berasal dari berbagai negara |
| Indeksasi | SINTA, GARUDA, atau indeks nasional lain | Scopus, Web of Science, DOAJ, atau indeks internasional lain |
| Tingkat persaingan | Bervariasi, tergantung akreditasi dan reputasi jurnal | Umumnya lebih ketat, terutama jurnal bereputasi |
Jika penelitian Anda membahas isu lokal dengan kontribusi praktis untuk Indonesia, jurnal nasional bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Namun, jika penelitian memiliki kebaruan kuat dan relevansi global, jurnal internasional dapat dipertimbangkan.
Manfaat Publikasi di Jurnal Nasional
Publikasi di jurnal nasional memiliki banyak manfaat, terutama bagi penulis yang sedang membangun rekam jejak akademik.
1. Menambah Rekam Jejak Akademik
Publikasi jurnal menjadi bukti bahwa penulis aktif dalam kegiatan ilmiah. Bagi mahasiswa, publikasi dapat menjadi nilai tambah akademik. Bagi dosen dan peneliti, publikasi membantu memperkuat portofolio riset.
2. Menyebarluaskan Hasil Penelitian
Banyak penelitian hanya berhenti sebagai laporan kampus atau dokumen pribadi. Dengan dipublikasikan di jurnal nasional, hasil penelitian dapat dibaca dan digunakan oleh peneliti lain, praktisi, pengambil kebijakan, atau masyarakat yang membutuhkan.
3. Relevan dengan Isu Lokal
Jurnal nasional sering menjadi tempat yang tepat untuk membahas isu-isu yang dekat dengan konteks Indonesia. Misalnya, penelitian tentang pembelajaran di sekolah Indonesia, kebijakan daerah, UMKM, hukum nasional, kesehatan masyarakat lokal, atau praktik sosial keagamaan.
Topik seperti ini bisa sangat penting, meskipun belum tentu cocok untuk semua jurnal internasional.
4. Menjadi Latihan Sebelum Menargetkan Jurnal Internasional
Bagi penulis pemula, jurnal nasional dapat menjadi ruang belajar yang baik. Penulis bisa memahami proses submit, review, revisi, penyusunan referensi, dan penyesuaian template jurnal sebelum menargetkan jurnal yang lebih tinggi.
5. Mendukung Kebutuhan Akademik dan Institusi
Publikasi di jurnal nasional, terutama jurnal nasional terakreditasi, sering digunakan untuk kebutuhan akademik seperti kelulusan, laporan penelitian, Beban Kerja Dosen, atau pengajuan kenaikan jabatan akademik.
Namun, setiap kampus atau institusi bisa memiliki ketentuan berbeda. Karena itu, penulis tetap perlu mengecek aturan yang berlaku di institusinya masing-masing.
Cara Memilih Jurnal Nasional yang Kredibel
Memilih jurnal tidak boleh asal. Jurnal yang salah dapat membuat artikel ditolak, proses publikasi terhambat, atau bahkan merugikan reputasi penulis.
Berikut beberapa cara memilih jurnal nasional yang kredibel.
1. Cek Status Jurnal di SINTA
Jika Anda membutuhkan jurnal nasional terakreditasi, cek statusnya langsung melalui SINTA. Jangan hanya percaya pada klaim yang tertulis di website jurnal. Periksa nama jurnal, ISSN, penerbit, peringkat SINTA, subject area, dan tautan website jurnal. Jika data di SINTA berbeda dengan website jurnal, penulis perlu lebih berhati-hati.
2. Telusuri di GARUDA
Selain SINTA ini, Anda juga dapat menelusuri artikel dan jurnal melalui GARUDA. GARUDA berguna untuk mencari publikasi ilmiah Indonesia dari berbagai bidang ilmu.

Tetapi kita juga perlu dipahami bahwa terindeks di GARUDA tidak selalu berarti jurnal tersebut terakreditasi SINTA. Untuk status akreditasi, tetap gunakan SINTA sebagai rujukan utama ya.
3. Periksa ISSN
ISSN menunjukkan identitas terbitan berkala. Untuk informasi terkait ISSN di Indonesia, penulis dapat merujuk ke Pusat Nasional ISSN Indonesia. Akan tetapi memiliki ISSN saja bukan berarti jurnal otomatis berkualitas atau terakreditasi. ISSN hanya salah satu unsur identitas jurnal, bukan jaminan mutu akademik.

4. Baca Focus and Scope
Sebelum submit, baca bagian Focus and Scope di website jurnal. Pastikan topik artikel Anda sesuai dengan bidang yang diterima.
Misalnya saja ya, artikel tentang pendidikan Islam sebaiknya tidak dikirim ke jurnal manajemen umum, kecuali jurnal tersebut memang membuka ruang untuk tema tersebut.
5. Lihat Artikel yang Sudah Terbit
Artikel yang sudah terbit adalah gambaran nyata kualitas jurnal. Baca beberapa artikel dari edisi terbaru, lalu perhatikan:
- apakah topiknya konsisten;
- apakah struktur artikelnya rapi;
- apakah referensinya relevan;
- apakah kualitas bahasanya baik;
- apakah artikelnya memiliki DOI;
- apakah jurnal terbit sesuai jadwal.
Jika artikel yang diterbitkan terlihat asal-asalan, terlalu banyak typo, atau topiknya campur aduk tanpa arah, sebaiknya pertimbangkan jurnal lain.
6. Cek Author Guidelines
Jurnal yang baik biasanya memiliki pedoman penulis yang jelas. Di dalamnya terdapat aturan tentang template, struktur artikel, jumlah kata, gaya sitasi, format tabel, format gambar, dan proses submit.
Banyak artikel ditolak bukan karena topiknya buruk, tetapi karena penulis tidak mengikuti pedoman jurnal.
7. Perhatikan Biaya Publikasi
Sebagian jurnal mengenakan biaya publikasi, sebagian lainnya gratis. Biaya publikasi tidak selalu berarti buruk, selama informasinya transparan dan proses review tetap dilakukan dengan benar.
Yang perlu diwaspadai adalah jurnal yang meminta pembayaran cepat, menjanjikan terbit dalam waktu sangat singkat, tetapi tidak menjelaskan proses review.
Ciri-Ciri Jurnal Nasional yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua jurnal yang terlihat aktif layak dipilih. Penulis perlu berhati-hati jika menemukan beberapa tanda berikut:
- menjanjikan artikel terbit sangat cepat;
- tidak menjelaskan proses peer review;
- biaya publikasi tidak transparan;
- editorial board sulit diverifikasi;
- scope jurnal terlalu luas dan tidak fokus;
- website tidak rapi dan banyak informasi kosong;
- artikel yang diterbitkan kualitasnya rendah;
- jadwal terbit tidak konsisten;
- kontak pengelola tidak jelas;
- mengirim email undangan publikasi secara agresif.
Jika sebuah jurnal memiliki banyak tanda di atas, sebaiknya jangan langsung submit. Cek ulang statusnya melalui sumber resmi dan bandingkan dengan jurnal lain yang lebih kredibel.
Checklist Sebelum Submit ke Jurnal Nasional
Gunakan checklist berikut sebelum mengirim artikel.
| Hal yang Dicek | Status |
|---|---|
| Topik artikel sesuai dengan scope jurnal | ☐ |
| Jurnal memiliki ISSN | ☐ |
| Website jurnal aktif dan informasinya lengkap | ☐ |
| Status jurnal sudah dicek di SINTA jika membutuhkan jurnal terakreditasi | ☐ |
| Artikel jurnal dapat ditelusuri melalui GARUDA atau database lain | ☐ |
| Author Guidelines sudah dibaca | ☐ |
| Template jurnal sudah digunakan | ☐ |
| Gaya sitasi sudah sesuai | ☐ |
| Similarity sudah diperiksa | ☐ |
| Biaya publikasi sudah diketahui | ☐ |
| Tidak sedang submit ke jurnal lain | ☐ |
| Nama penulis, afiliasi, dan email sudah benar | ☐ |
Checklist ini sederhana, tetapi sangat membantu untuk menghindari penolakan administratif.
Kesalahan Umum Saat Memilih Jurnal Nasional
Agar proses publikasi lebih aman, hindari beberapa kesalahan berikut.
1. Hanya Mengejar Jurnal SINTA Tinggi
Jurnal SINTA tinggi memang menarik, tetapi belum tentu cocok untuk semua artikel. Jika scope tidak sesuai atau kualitas artikel belum memenuhi standar, peluang ditolak tetap besar.
2. Tidak Membaca Artikel Terbitan Sebelumnya
Banyak penulis langsung submit tanpa melihat artikel yang pernah diterbitkan. Padahal, dari artikel terbitan sebelumnya, penulis bisa memahami gaya, standar, dan kecenderungan topik jurnal.
3. Tidak Mengikuti Template
Template jurnal bukan formalitas. Template membantu editor menilai kesiapan naskah. Jika format sejak awal sudah tidak sesuai, naskah bisa dikembalikan sebelum masuk review.
4. Mengirim Artikel ke Banyak Jurnal Sekaligus
Submit satu artikel ke beberapa jurnal dalam waktu bersamaan adalah pelanggaran etika publikasi. Kirim ke satu jurnal terlebih dahulu. Jika ditolak atau ditarik secara resmi, barulah submit ke jurnal lain.
5. Terlalu Percaya pada Klaim Website
Beberapa jurnal mencantumkan logo SINTA, GARUDA, atau indeks lain di website-nya. Tetap cek langsung ke sumber resminya. Jangan hanya mengandalkan klaim dari pihak jurnal.
Kapan Perlu Bantuan Pendampingan Publikasi?
Penulis dapat mempertimbangkan bantuan pendampingan jika mengalami beberapa kendala berikut:
- belum tahu jurnal nasional mana yang cocok;
- bingung membedakan jurnal kredibel dan jurnal predator;
- artikel sering ditolak;
- belum memahami komentar reviewer;
- kesulitan menyesuaikan artikel dengan template;
- ragu dengan struktur artikel;
- belum yakin dengan kualitas bahasa dan referensi;
- ingin menargetkan jurnal nasional terakreditasi.
Pendampingan tidak menggantikan kerja akademik penulis. Pendampingan membantu penulis menyiapkan naskah dengan lebih rapi, sesuai standar jurnal, dan lebih siap untuk proses review.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai publikasi di jurnal nasional atau bimbingan penulisan artikel, silakan hubungi:
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307
📩 Email: editor@kalampractica.com
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu jurnal nasional?
Jurnal nasional adalah terbitan ilmiah berkala yang memuat artikel akademik atau hasil penelitian dalam bidang ilmu tertentu dan ditujukan untuk masyarakat ilmiah di tingkat nasional.
Apakah jurnal nasional harus terakreditasi SINTA?
Tidak selalu. Ada jurnal nasional yang belum terakreditasi dan ada yang sudah terakreditasi. Jika Anda membutuhkan jurnal untuk syarat akademik tertentu, sebaiknya pastikan statusnya melalui SINTA.
Apa bedanya jurnal nasional dan jurnal nasional terakreditasi?
Jurnal nasional adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan untuk komunitas ilmiah nasional. Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal nasional yang sudah dinilai dan mendapatkan peringkat akreditasi, misalnya SINTA 1 sampai SINTA 6.
Apakah jurnal yang memiliki ISSN pasti bagus?
Belum tentu. ISSN hanya menunjukkan identitas resmi sebagai terbitan berkala. Kualitas jurnal tetap perlu dilihat dari proses review, pengelolaan, konsistensi terbit, kualitas artikel, dan reputasi penerbit.
Bagaimana cara mengecek jurnal nasional terakreditasi?
Cek melalui SINTA, lalu masukkan nama jurnal atau ISSN. Periksa peringkat akreditasi, penerbit, subject area, dan tautan website jurnal.
Apakah jurnal yang ada di GARUDA pasti terakreditasi?
Tidak selalu. GARUDA adalah portal penelusuran publikasi ilmiah Indonesia. Untuk mengecek akreditasi, gunakan SINTA.
Apakah publikasi di jurnal nasional selalu berbayar?
Tidak selalu. Ada jurnal yang gratis, ada juga yang mengenakan biaya publikasi. Yang penting, biaya tersebut dijelaskan secara transparan di website jurnal.
Apakah boleh mengirim artikel ke dua jurnal nasional sekaligus?
Tidak boleh. Mengirim satu artikel ke lebih dari satu jurnal dalam waktu yang sama termasuk pelanggaran etika publikasi.




