
Kesimpulan artikel jurnal adalah bagian akhir yang merangkum temuan utama penelitian, bagian ini membantu pembaca menangkap inti artikel tanpa harus membaca ulang seluruh isi naskah dari awal.
Kesimpulan tidak perlu panjang dan berbelit, yang penting, isinya jelas, menjawab tujuan penelitian, dan menunjukkan makna dari hasil yang sudah dibahas. Bagian ini juga sebaiknya tidak membawa data baru yang belum muncul di hasil atau pembahasan.
Kesimpulan harus terhubung dengan bagian sebelumnya supaya lebih matang, terutama bagian Hasil dan Pembahasan. Jika pembahasan sudah menjelaskan arti temuan, kesimpulan bertugas menutup artikel dengan ringkas dan meyakinkan.
Isi Kesimpulan Artikel Jurnal
Kesimpulan artikel jurnal biasanya memuat beberapa unsur berikut.
1. Jawaban atas Tujuan Penelitian
Bagian pertama yang perlu muncul adalah jawaban dari tujuan penelitian. Jika artikel bertujuan menganalisis pengaruh media digital terhadap motivasi belajar, kesimpulan harus menjawab apakah media tersebut berpengaruh atau tidak.
Contoh:
“Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama ketika media digunakan bersama strategi pembelajaran yang interaktif.”
2. Temuan Utama
Tuliskan temuan paling penting saja. Hindari memasukkan semua hasil penelitian karena detailnya sudah ada di bagian hasil.
Springer Nature menyarankan agar bagian discussion dan conclusion menjawab pertanyaan tentang makna hasil penelitian, termasuk membandingkan temuan dengan studi lain, menjelaskan keterbatasan, dan menyampaikan implikasi.
3. Implikasi Penelitian
Implikasi menjelaskan arti temuan bagi pembaca. Bisa berupa manfaat untuk guru, institusi, peneliti, pengambil kebijakan, atau pengembangan teori.
Contoh:
“Temuan ini memberi gambaran bahwa penggunaan media digital perlu disertai perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.”
4. Keterbatasan dan Saran
Tidak semua jurnal meminta saran di bagian kesimpulan. Namun, jika ditulis, saran sebaiknya singkat dan langsung berkaitan dengan keterbatasan penelitian.
Contoh:
“Penelitian berikutnya dapat melibatkan sampel yang lebih luas agar hasilnya dapat dibandingkan pada konteks sekolah yang berbeda.”
Struktur Kesimpulan Artikel Jurnal
Struktur kesimpulan artikel jurnal bisa dibuat sederhana. Berikut susunan yang mudah digunakan.
1. Buka dengan Temuan Utama
Mulailah dengan hasil paling penting dari penelitian. Jangan membuka kesimpulan dengan kalimat terlalu umum.
Kurang tepat:
“Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.”
Lebih baik:
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.”
2. Hubungkan dengan Tujuan Penelitian
Setelah menyampaikan temuan utama, kaitkan dengan tujuan penelitian. Ini membuat kesimpulan terasa utuh dan tidak lepas dari arah awal artikel.
3. Jelaskan Makna Temuan
Tambahkan satu atau dua kalimat tentang arti temuan. Jangan hanya menulis bahwa penelitian “berhasil” atau “berpengaruh”. Jelaskan maknanya secara singkat.
4. Tulis Implikasi atau Saran
Akhiri dengan implikasi atau saran yang relevan. Pastikan tidak terlalu panjang dan tidak membuka pembahasan baru.
begini Cara menyusun Kesimpulan Artikel Jurnal

Menulis kesimpulan akan lebih mudah jika penulis tidak langsung mengejar kalimat indah. Mulailah dari inti penelitian, lalu rapikan bahasanya.
1. Baca Kembali Tujuan Penelitian
Kesimpulan harus menjawab tujuan. Jika tujuan penelitian ada tiga, kesimpulan sebaiknya menyentuh ketiganya secara ringkas.
2. Ambil Temuan Paling Penting
Tidak semua data perlu masuk. Pilih hasil yang benar-benar menjawab pertanyaan penelitian.
3. Hindari Data Baru
Kesimpulan bukan tempat menambahkan teori, tabel, kutipan baru, atau hasil yang belum dijelaskan sebelumnya. Scribbr juga menekankan bahwa kesimpulan penelitian sebaiknya merangkum masalah, temuan, dan implikasi tanpa menghadirkan argumen atau bukti baru.
4. Gunakan Bahasa yang Tegas tetapi Tidak Berlebihan
Jangan menulis klaim yang lebih besar dari data ya, hehe. Jika penelitian hanya dilakukan pada satu sekolah, jangan menyimpulkan seolah-olah hasilnya berlaku untuk semua sekolah, itu overclaim namanya, nanti diprotes reviewer.
Lebih aman menulis begini:
“Temuan ini menunjukkan…”
“Penelitian ini mengindikasikan…”
“Hasil penelitian memberi gambaran…”
5. Tulis Secara Singkat
Kesimpulan artikel jurnal biasanya tidak perlu panjang. Untuk artikel 4.000 sampai 6.000 kata, kesimpulan sekitar 150 sampai 300 kata sering kali sudah cukup, tergantung panduan jurnal.
Contoh Kesimpulan Artikel Jurnal
Berikut contoh kesimpulan artikel jurnal dengan tema pendidikan.
Contoh 1: Kesimpulan Artikel Jurnal Pendidikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif bertanya, menjawab, dan mengikuti kegiatan diskusi ketika media digunakan secara terarah.
Temuan ini menunjukkan bahwa media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga dapat mendukung interaksi belajar jika dipadukan dengan strategi pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, guru perlu memilih media berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan jenis materi yang diajarkan.
Penelitian berikutnya dapat melibatkan lebih banyak sekolah agar hasilnya dapat dibandingkan pada konteks pembelajaran yang berbeda.
Contoh 2: Kesimpulan Artikel Jurnal Kualitatif
Penelitian ini menunjukkan bahwa guru menghadapi beberapa tantangan dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek, terutama pada tahap perencanaan, pengelolaan waktu, dan penilaian hasil kerja siswa. Meski demikian, guru melihat model ini sebagai pendekatan yang dapat mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar.
Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berbasis proyek tidak hanya bergantung pada desain kegiatan, tetapi juga pada kesiapan guru dan dukungan sekolah. Pelatihan guru dan penyediaan panduan teknis dapat menjadi langkah penting untuk memperkuat penerapan model ini di kelas.
Contoh 3: Kesimpulan Artikel Jurnal Kuantitatif
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan platform pembelajaran digital berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Siswa yang belajar menggunakan platform digital memperoleh skor motivasi lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Temuan ini mengindikasikan bahwa platform digital dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran, terutama untuk meningkatkan akses materi dan variasi aktivitas belajar. Namun efektivitasnya tetap perlu didukung oleh peran guru dalam mengarahkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Tips Menulis Kesimpulan Artikel Jurnal
- Tulis kesimpulan setelah bagian hasil dan pembahasan selesai. Dengan begitu, Anda sudah tahu temuan mana yang paling penting.
- Gunakan satu sampai tiga paragraf. Paragraf pertama menjawab tujuan, paragraf kedua menjelaskan makna atau implikasi, dan paragraf terakhir berisi saran singkat jika dibutuhkan.
- Jaga agar kalimat tetap padat. Kesimpulan harus memberi rasa selesai, bukan membuka diskusi baru.
- Baca ulang kesimpulan dan tanyakan: apakah bagian ini sudah menjawab tujuan penelitian? Jika jawabannya belum jelas, berarti kesimpulan masih perlu dirapikan.
Kesimpulan
Kesimpulan artikel jurnal adalah bagian penutup yang merangkum jawaban utama penelitian. Isinya perlu singkat, jelas, dan terhubung langsung dengan tujuan penelitian.
Bagian ini sebaiknya memuat temuan utama, makna hasil, implikasi, dan saran jika diperlukan. Hindari memasukkan data baru, teori baru, atau klaim yang tidak didukung oleh hasil penelitian.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu kesimpulan artikel jurnal?
Kesimpulan artikel jurnal adalah bagian akhir artikel yang merangkum temuan utama, menjawab tujuan penelitian, dan menjelaskan makna hasil secara singkat.
Apa saja isi kesimpulan artikel jurnal?
Isinya biasanya mencakup jawaban atas tujuan penelitian, temuan utama, implikasi, keterbatasan, dan saran singkat jika diperlukan.
Berapa panjang kesimpulan artikel jurnal?
Panjangnya tergantung ketentuan jurnal. Namun, untuk artikel ilmiah umum, kesimpulan sekitar 150 sampai 300 kata sering sudah cukup.
Apakah kesimpulan boleh berisi kutipan?
Sebaiknya tidak terlalu banyak. Kesimpulan lebih baik fokus pada temuan penelitian sendiri. Jika perlu mengaitkan dengan sumber lain, lakukan secara singkat.
Apakah kesimpulan dan saran harus dipisah?
Tergantung panduan jurnal. Ada jurnal yang menggabungkan kesimpulan dan saran, ada juga yang meminta keduanya ditulis dalam subbagian berbeda.
Apa perbedaan pembahasan dan kesimpulan?
Pembahasan menjelaskan makna hasil secara lebih luas, sedangkan kesimpulan merangkum inti temuan dan menutup artikel secara ringkas.
Apakah boleh menambahkan data baru di kesimpulan?
Tidak disarankan. Data baru sebaiknya masuk ke bagian hasil atau pembahasan, bukan ke kesimpulan.
Referensi
- Caulfield, J. (2023, April 13). Writing a research paper conclusion: Step-by-step guide. Scribbr.
- Cooper, H. (2020). Reporting quantitative research in psychology: How to meet APA Style Journal Article Reporting Standards (2nd ed.). American Psychological Association. doi:10.1037/0000178-000
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE.
- Gastel, B., & Day, R. A. (2022). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Greenwood.
- Heard, S. B. (2022). The scientist’s guide to writing: How to write more easily and effectively throughout your scientific career (2nd ed.). Princeton University Press.
- Hess, D. R. (2023). How to write an effective discussion. Respiratory Care, 68(12), 1771–1774. doi:10.4187/respcare.11435
- Krasnov, V. M. (2022). How to write a contemporary scientific article? Education Research International, 2022, Article 5156888. doi:10.1155/2022/5156888
- Levitt, H. M. (2020). Reporting qualitative research in psychology: How to meet APA Style Journal Article Reporting Standards (Rev. ed.). American Psychological Association. doi:10.1037/0000179-000
- Miller, A. G. (2024). Moving from abstract to manuscript. Respiratory Care, 69(1), 139–144. doi:10.4187/respcare.11370
- Nundy, S., Kakar, A., & Bhutta, Z. A. (2021). How to write the discussion? In S. Nundy, A. Kakar, & Z. A. Bhutta (Eds.), How to practice academic medicine and publish from developing countries? (pp. 225–230). Springer. doi:10.1007/978-981-16-5248-6_21




