
Cara menurunkan Turnitin sering dicari oleh mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan penulis artikel ilmiah yang sedang menyiapkan naskah untuk jurnal. Skor similarity yang terlalu tinggi bisa membuat artikel dikembalikan editor, diminta revisi, atau bahkan ditolak sebelum masuk proses review.
Tentunya menurunkan skor Turnitin bukan berarti mengakali sistem semata ya, cara yang benar adalah memperbaiki kualitas tulisan. Bagian yang terlalu mirip perlu ditulis ulang, kutipan harus dirapikan, sumber harus dicantumkan, dan struktur kalimat perlu dibuat lebih orisinal.
Artikel ini membahas cara kerja Turnitin, teknik parafrase yang efektif, cara mengutip dengan benar, kesalahan yang justru menaikkan skor similarity, batas similarity per jurnal, serta contoh sebelum dan sesudah revisi.
Memahami Cara Kerja Turnitin
Turnitin bekerja dengan membandingkan teks naskah dengan berbagai sumber, seperti artikel jurnal, website, repository, prosiding, buku digital, tugas mahasiswa, dan dokumen lain yang tersedia dalam database.

Hasilnya biasanya muncul dalam bentuk persentase similarity. Angka ini menunjukkan tingkat kemiripan teks dengan sumber lain. Namun, angka similarity tidak bisa langsung dibaca sebagai plagiarisme. Penulis tetap perlu melihat bagian mana yang terdeteksi mirip.
1. Similarity Bukan Satu-Satunya Ukuran Plagiarisme
Similarity tinggi tidak selalu berarti plagiarisme. Bisa saja skor naik karena daftar pustaka, kutipan langsung, nama institusi, judul artikel, template jurnal, atau istilah teknis yang memang umum digunakan.
Yang perlu diperhatikan adalah pola kemiripannya, karena jika banyak kalimat panjang identik dengan satu sumber, itu perlu diperbaiki. Jika kemiripan hanya muncul pada referensi atau istilah umum, risikonya biasanya lebih kecil.
2. Perhatikan Sumber Kemiripan
Jangan hanya melihat total persentase. Cek juga sumber yang paling banyak menyumbang similarity.

Misalnya, similarity total 22% belum tentu buruk jika kemiripan tersebar dari banyak sumber kecil. Namun, similarity 18% bisa bermasalah jika 12% berasal dari satu artikel yang sama.
Fokus utama revisi sebaiknya diberikan pada bagian yang memiliki kemiripan panjang dengan satu sumber.
3. Bagian Artikel yang Sering Terdeteksi Mirip
Beberapa bagian artikel lebih mudah terdeteksi mirip, terutama pendahuluan, kajian pustaka, definisi konsep, metode penelitian, instrumen, dan daftar pustaka.
Bagian metode juga sering mirip karena banyak penulis menggunakan kalimat standar. Misalnya:
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Kalimat seperti itu umum, tetapi jika satu paragraf metode terlalu mirip dengan artikel lain, penulis perlu menulis ulang dengan konteks penelitian sendiri.
4. Jangan Hanya Mengejar Angka
Target utama bukan sekadar membuat skor Turnitin turun. Target yang lebih penting adalah membuat artikel lebih orisinal, rapi, jelas, dan etis.
Artikel dengan similarity rendah tetap bisa bermasalah jika ide orang lain digunakan tanpa sitasi. Sebaliknya, artikel dengan similarity sedang bisa lebih aman jika semua sumber dikutip dengan benar dan tidak ada bagian yang disalin mentah-mentah.
Teknik Parafrase Efektif Efisien
Parafrase adalah cara utama untuk menurunkan Turnitin secara etis. Parafrase yang baik bukan sekadar mengganti kata dengan sinonim, tetapi menulis ulang gagasan dengan struktur, alur, dan bahasa sendiri.
Bagian ini penting terutama untuk pendahuluan, kajian teori, hasil penelitian terdahulu, dan pembahasan.
1. Pahami Makna Sebelum Menulis Ulang
Jangan langsung menulis ulang kalimat sumber. Baca dulu paragrafnya, pahami maksudnya, lalu tulis ulang dengan bahasa sendiri.
Contoh:
Sebelum:
Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa karena siswa dilibatkan dalam penyelesaian masalah nyata secara kolaboratif.
Parafrase yang kurang kuat:
Project-based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena mereka terlibat dalam pemecahan masalah nyata secara bersama-sama.
Parafrase yang lebih baik:
Saat siswa mengerjakan proyek yang berhubungan dengan masalah nyata, mereka belajar menganalisis situasi, berdiskusi dengan teman, dan mengambil keputusan. Proses ini membantu melatih kemampuan berpikir kritis secara lebih aktif.
Versi terakhir lebih aman karena tidak hanya mengganti kata, tetapi juga mengubah cara menjelaskan ide.
2. Ubah Struktur Kalimat
Similarity sering tetap tinggi karena struktur kalimat masih sama. Jika sumber menggunakan satu kalimat panjang, pecah menjadi dua atau tiga kalimat yang lebih natural.
Contoh:
Sebelum:
Motivasi belajar dipengaruhi oleh kejelasan tujuan pembelajaran, kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta ketersediaan sumber belajar yang mudah diakses.
Versi lebih baik:
Mahasiswa cenderung lebih termotivasi ketika mereka memahami tujuan pembelajaran sejak awal. Interaksi yang baik dengan dosen dan akses terhadap sumber belajar juga ikut memengaruhi pengalaman belajar mereka.
Maknanya tetap sama, tetapi struktur kalimat sudah berubah.
3. Gabungkan Beberapa Sumber
Pendahuluan yang hanya mengambil satu sumber biasanya mudah terlihat mirip. Lebih baik gabungkan beberapa referensi untuk membangun argumen.
Contoh:
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital dapat mendukung fleksibilitas belajar. Namun, efektivitasnya tetap dipengaruhi oleh desain materi, kesiapan pengajar, akses teknologi, dan keterlibatan mahasiswa.
Kalimat seperti ini lebih kuat karena menunjukkan sintesis. Penulis tidak hanya menulis ulang satu sumber, tetapi menggabungkan beberapa temuan menjadi satu argumen.
4. Gunakan Gaya Bahasa Artikel Sendiri
Parafrase yang baik harus menyatu dengan gaya tulisan artikel. Jangan menempelkan kalimat dari sumber yang terasa berbeda ritmenya.
Jika artikel Anda memakai gaya formal dan ringkas, gunakan gaya yang sama saat melakukan parafrase. Hindari kalimat yang terlalu berat hanya karena sumber aslinya memakai bahasa akademik yang panjang.
5. Pertahankan Istilah Teknis yang Baku
Tidak semua istilah perlu diganti. Istilah seperti mixed method, purposive sampling, systematic review, peer review, formative assessment, atau learning analytics boleh tetap digunakan.
Yang perlu diubah adalah penjelasan di sekitarnya, bukan istilah teknis yang memang sudah umum digunakan.
Cara Mengutip dengan Benar
Menurunkan Turnitin tidak cukup dengan parafrase. Setiap gagasan dari sumber lain tetap harus diberi sitasi. Tanpa sitasi, parafrase yang bagus tetap bisa bermasalah secara akademik.
Sitasi menunjukkan dari mana ide berasal dan membantu pembaca menelusuri sumber yang digunakan.
1. Gunakan Sitasi Setelah Parafrase
Jika Anda mengambil ide dari satu sumber, cantumkan sitasi setelah kalimat atau paragraf yang diparafrase.
Contoh:
Pembelajaran berbasis proyek memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui penyelesaian masalah nyata, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif (Thomas, 2000).
Kalimat tersebut sudah diparafrase, tetapi sumber tetap dicantumkan.
2. Gunakan Kutipan Langsung Secukupnya
Kutipan langsung boleh digunakan untuk definisi penting, pernyataan khas, atau kalimat yang memang perlu ditulis apa adanya. Namun, terlalu banyak kutipan langsung dapat menaikkan skor similarity.
Jika tidak benar-benar perlu, lebih baik gunakan parafrase.
Contoh kutipan langsung dalam gaya APA:
“…” (Creswell & Creswell, 2023, p. 45).
Kutipan langsung harus menggunakan tanda kutip dan mencantumkan halaman jika mengikuti APA Style.
3. Bedakan Sitasi Naratif dan Sitasi Parentetik
Sitasi naratif memasukkan nama penulis ke dalam kalimat.
Contoh:
Creswell dan Creswell (2023) menjelaskan bahwa desain penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan, pertanyaan penelitian, dan jenis data yang digunakan.
Sitasi parentetik diletakkan di akhir kalimat.
Contoh:
Desain penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan, pertanyaan penelitian, dan jenis data yang digunakan (Creswell & Creswell, 2023).
Keduanya benar. Pilih sesuai kebutuhan alur paragraf.
4. Pastikan Daftar Pustaka Sesuai Sitasi
Semua sumber yang dikutip di dalam teks harus muncul di daftar pustaka. Sebaliknya, jangan memasukkan referensi yang tidak pernah dikutip.
Kesalahan ini tidak selalu menaikkan skor Turnitin secara besar, tetapi dapat membuat artikel terlihat kurang rapi di mata editor jurnal.
5. Jangan Menghapus Sitasi untuk Menurunkan Skor
Menghapus sitasi mungkin membuat tampilan teks terlihat berbeda, tetapi itu tidak etis. Jika ide berasal dari sumber lain, sitasi tetap harus ada.
Menurunkan Turnitin dengan cara menghapus sumber justru bisa membuat artikel lebih berisiko secara akademik.
Kesalahan yang Justru Naikkan Skor Plagiat
Banyak penulis ingin menurunkan Turnitin, tetapi cara yang dipakai justru membuat tulisan makin bermasalah. Biasanya ini terjadi karena penulis terlalu fokus pada angka similarity, bukan pada kualitas penulisan.
1. Hanya Mengganti Kata dengan Sinonim
Mengganti “meningkatkan” menjadi “memperbaiki” atau “penggunaan” menjadi “pemanfaatan” belum cukup. Jika susunan kalimat masih sama, Turnitin tetap bisa membaca kemiripan.
Contoh:
Sebelum:
Penggunaan teknologi pendidikan harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan kesiapan infrastruktur.
Parafrase yang kurang kuat:
Pemanfaatan teknologi pendidikan perlu disesuaikan dengan tujuan belajar, karakter siswa, dan kesiapan fasilitas.
Kalimat tersebut masih terlalu dekat. Struktur dan urutannya hampir sama.
Versi lebih baik:
Teknologi tidak sebaiknya dipilih hanya karena terlihat modern. Dalam pembelajaran, guru perlu memastikan bahwa media yang digunakan sesuai dengan target belajar, kebutuhan siswa, dan kondisi fasilitas yang tersedia.
2. Menerjemahkan Mentah-Mentah dari Artikel Bahasa Inggris
Menerjemahkan sumber bahasa Inggris langsung ke bahasa Indonesia tidak otomatis membuat tulisan bebas plagiarisme. Jika struktur dan idenya tetap sama, masalah etika tetap bisa muncul, terutama jika sumbernya tidak dikutip.
Gunakan terjemahan untuk memahami isi. Setelah itu, tulis ulang dengan alur sendiri dan tetap cantumkan sitasi.
3. Memakai Kutipan Langsung Terlalu Banyak
Kutipan langsung yang panjang akan mudah terdeteksi. Jika artikel terlalu banyak berisi kutipan langsung, skor similarity biasanya ikut naik.
Gunakan kutipan langsung hanya untuk definisi penting atau pernyataan yang memang tidak boleh berubah makna. Untuk bagian lain, gunakan parafrase.
4. Menyalin Bagian Metode dari Artikel Lain
Bagian metode sering terlihat mirip karena penulis meniru kalimat dari artikel sebelumnya. Padahal, metode harus menjelaskan penelitian sendiri.
Kalimat umum masih bisa digunakan, tetapi jangan menyalin satu paragraf metode dari artikel lain. Sesuaikan penjelasan dengan desain, responden, instrumen, prosedur, dan analisis penelitian Anda.
5. Menggunakan Tools Parafrase Tanpa Membaca Ulang
Tools parafrase bisa membantu, tetapi hasilnya tidak boleh langsung ditempel. Kadang hasil tools terlihat berbeda, tetapi maknanya berubah, tidak natural, atau tetap mirip secara struktur.
Baca ulang hasil parafrase. Pastikan kalimatnya masuk akal, sesuai konteks artikel, dan tetap mencantumkan sumber.
Batas Similarity per Jurnal
Tidak ada satu angka similarity yang berlaku untuk semua jurnal. Setiap jurnal, kampus, atau penerbit bisa memiliki kebijakan berbeda. Ada yang menetapkan maksimal 15%, 20%, 25%, atau angka lain sesuai pedoman masing-masing.
Karena itu, penulis perlu membaca author guidelines jurnal tujuan sebelum submit.
1. Setiap Jurnal Bisa Punya Batas Berbeda
Beberapa jurnal sangat ketat pada total persentase. Jurnal lain lebih memperhatikan sumber kemiripan. Misalnya similarity 18% bisa bermasalah jika sebagian besar berasal dari satu artikel yang sama.
Dan justru sebaliknya, similarity 22% bisa saja masih dipertimbangkan jika kemiripan berasal dari daftar pustaka, istilah umum, kutipan yang benar, atau template.
2. Perhatikan Similarity per Sumber
Jangan hanya melihat total skor. Cek sumber mana yang menyumbang kemiripan paling besar.
Jika satu sumber menyumbang kemiripan besar, berarti ada bagian yang terlalu dekat dengan sumber tersebut. Bagian ini perlu diparafrase ulang secara lebih serius.
3. Daftar Pustaka Bisa Menaikkan Skor
Daftar pustaka sering terdeteksi oleh Turnitin karena format referensi memang mirip. Banyak laporan Turnitin memiliki opsi untuk mengecualikan bibliography, quotes, atau small matches.
Jika jurnal meminta laporan Turnitin, ikuti ketentuan jurnal. Jangan mengubah laporan secara tidak etis.
4. Template Jurnal Bisa Terdeteksi
Template artikel juga bisa menaikkan similarity, terutama bagian heading, copyright statement, atau kalimat standar. Ini biasanya tidak menjadi masalah besar.
Editor biasanya lebih fokus pada kemiripan isi utama artikel, seperti pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kajian pustaka.
5. Targetkan Similarity Rendah dengan Cara Etis
Tidak perlu mengejar skor nol. Dalam artikel ilmiah, selalu ada istilah teknis, nama metode, judul referensi, dan struktur standar yang mungkin terdeteksi.
Yang penting, tidak ada bagian substansi yang menyalin sumber lain secara mentah.
Sebelum vs Sesudah: Contoh Nyata
Berikut contoh sederhana cara memperbaiki kalimat agar lebih aman, jelas, dan natural.
Contoh 1:
Sebelum:
Penggunaan media pembelajaran digital dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena media tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.
Sesudah:
Media digital dapat membantu siswa lebih terlibat dalam pembelajaran ketika digunakan untuk memberi visualisasi, latihan interaktif, dan umpan balik yang cepat.
Contoh 2:
Sebelum:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
Sesudah:
Studi ini dirancang sebagai survei kuantitatif untuk menguji hubungan antara variabel X dan variabel Y berdasarkan data yang dikumpulkan dari responden penelitian.
Contoh 3:
Sebelum:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Sesudah:
Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek memperoleh skor berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi dilakukan.
Contoh 4:
Sebelum:
Motivasi belajar merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran.
Sesudah:
Dalam proses belajar, motivasi membantu menjelaskan mengapa sebagian siswa bertahan menyelesaikan tugas, sementara siswa lain mudah berhenti ketika menghadapi kesulitan.
Alur Praktis Menurunkan Turnitin Secara Etis
Menurunkan Turnitin sebaiknya dilakukan dengan alur yang rapi. Jangan langsung mengubah semua bagian tanpa membaca laporan similarity.

1. Baca Laporan Similarity
Mulailah dari laporan Turnitin. Lihat bagian mana yang paling banyak terdeteksi. Jangan hanya melihat angka total.
Tandai paragraf yang memiliki kemiripan panjang dengan sumber tertentu.
2. Prioritaskan Kemiripan Tertinggi
Perbaiki bagian yang paling bermasalah terlebih dahulu. Biasanya bagian ini berasal dari pendahuluan, kajian pustaka, atau pembahasan.
Kemiripan kecil yang tersebar dari banyak sumber bisa diperiksa setelah bagian utama selesai.
3. Parafrase Bagian Substansi
Fokus pada bagian yang memuat gagasan utama. Tulis ulang kalimat dengan struktur baru, gabungkan beberapa sumber, dan hubungkan dengan konteks artikel.
Jangan hanya mengganti kata dengan sinonim.
4. Rapikan Kutipan Langsung
Jika terlalu banyak kutipan langsung, ubah sebagian menjadi parafrase. Sisakan kutipan langsung hanya untuk definisi atau pernyataan penting.
Pastikan kutipan langsung tetap menggunakan tanda kutip dan sitasi yang benar.
5. Periksa Sitasi dan Daftar Pustaka
Pastikan setiap ide dari sumber lain memiliki sitasi. Cocokkan juga sitasi dalam teks dengan daftar pustaka.
Jangan menghapus sitasi hanya untuk menurunkan skor.
6. Cek Ulang Setelah Revisi
Setelah revisi selesai, lakukan pengecekan ulang. Pastikan similarity turun karena tulisan menjadi lebih orisinal dan rapi, bukan karena trik teknis.
Peran Kalam Practica Media
Kalam Practica Media membantu mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan penulis artikel ilmiah menurunkan similarity secara etis. Pendampingan dapat mencakup parafrase akademik, penyuntingan bahasa, perapian sitasi, pengecekan struktur artikel, penyesuaian template jurnal, dan persiapan naskah sebelum submit.
Layanan ini tidak membantu manipulasi laporan Turnitin, menghapus sumber secara tidak etis, atau menyamarkan plagiarisme. Fokus kami adalah memperbaiki kualitas tulisan agar lebih siap untuk jurnal.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu skor Turnitin?
Skor Turnitin adalah persentase similarity yang menunjukkan kemiripan teks naskah dengan sumber lain dalam database Turnitin.
Apakah similarity tinggi selalu berarti plagiarisme?
Tidak selalu. Similarity tinggi bisa berasal dari daftar pustaka, kutipan langsung, template jurnal, atau istilah umum. Namun, bagian yang mirip tetap perlu diperiksa.
Bagaimana cara menurunkan Turnitin secara etis?
Caranya dengan parafrase yang benar, memperbaiki struktur kalimat, mengurangi kutipan langsung yang berlebihan, mencantumkan sitasi, dan merapikan daftar pustaka.
Apakah boleh menggunakan tools parafrase?
Boleh sebagai alat bantu, tetapi hasilnya harus dibaca ulang. Penulis tetap perlu memastikan makna tidak berubah, sitasi tetap ada, dan kalimat terasa natural.
Apakah menghapus sitasi bisa menurunkan Turnitin?
Mungkin saja angka terlihat berubah, tetapi itu tidak etis. Sitasi tidak boleh dihapus jika ide berasal dari sumber lain.
Berapa batas similarity yang aman untuk jurnal?
Tidak ada angka tunggal untuk semua jurnal. Banyak jurnal memakai batas berbeda, misalnya 15%, 20%, atau 25%. Selalu cek author guidelines jurnal tujuan.
Apakah daftar pustaka dihitung dalam Turnitin?
Bisa dihitung, tergantung pengaturan laporan. Beberapa laporan mengecualikan bibliography, quotes, atau small matches. Ikuti ketentuan dari jurnal atau kampus.
Apakah menerjemahkan artikel bahasa Inggris bisa menurunkan Turnitin?
Menerjemahkan saja tidak cukup dan tetap berisiko jika ide tidak dikutip. Setelah memahami sumber, tulis ulang dengan struktur sendiri dan tetap cantumkan sitasi.




