
Cara menjawab komentar reviewer adalah keterampilan penting dalam proses publikasi jurnal. Banyak artikel tidak langsung diterima setelah submit. Editor biasanya meminta penulis melakukan revisi berdasarkan masukan reviewer, baik dalam bentuk minor revision maupun major revision.
Komentar reviewer tidak selalu mudah dibaca, kadang juga terdapat komentar yang sangat teknis, ada yang singkat, ada yang meminta tambahan analisis, bahkan ada yang terasa terlalu sadis (ngerinyooo.. tapi ini beneran ada lho), penulis tetap perlu merespons dengan tenang, sopan, dan punya data perubahan yang clear.
Respons yang baik dapat membantu editor melihat bahwa penulis memahami masukan reviewer dan benar-benar memperbaiki naskah sesuai instruksi. Artikel ini membahas cara membaca komentar reviewer, strategi merespons major revision, template response to reviewer, cara menolak komentar tertentu, dan contoh respons yang aplikatif.
Cara Membaca & Mengkategorikan Komentar
Sebelum menjawab komentar reviewer, jangan langsung merevisi naskah ya, ingat. Baca semua komentar terlebih dahulu, lalu kelompokkan berdasarkan jenis revisinya. Cara ini membuat proses revisi lebih rapi dan mengurangi risiko ada komentar yang terlewat.

1. Baca Semua Komentar Tanpa Langsung Membalas
Saat pertama kali menerima komentar reviewer, wajar jika penulis merasa tegang, kecewa, atau bingung. Apalagi jika reviewer memberi banyak catatan. Namun, jangan langsung membalas dalam kondisi emosional.
Baca seluruh komentar dari editor dan reviewer, kemudian beri jeda sebentar sebelum mulai menyusun respons. Tujuannya agar penulis bisa melihat komentar secara lebih objektif.
Komentar reviewer biasanya bukan serangan pribadi, komentar tersebut adalah bagian dari proses akademik untuk memperbaiki kualitas artikel.
2. Pisahkan Komentar Umum dan Komentar Spesifik
Komentar umum biasanya menyangkut kualitas keseluruhan artikel. Misalnya, reviewer menilai pendahuluan belum kuat, metode kurang jelas, atau pembahasan belum cukup analitis.
Komentar spesifik biasanya mengarah pada bagian tertentu dalam naskah. Misalnya, reviewer meminta penulis memperbaiki Tabel 2, menambahkan referensi pada paragraf tertentu, atau menjelaskan teknik sampling.
Contoh komentar umum:
The manuscript addresses an important topic, but the research gap is not clearly stated in the introduction.
Contoh komentar spesifik:
Please explain the sampling technique used in Section 3.2.
Kedua jenis komentar ini perlu dijawab, tetapi cara revisinya berbeda. Komentar umum biasanya membutuhkan perbaikan beberapa bagian sekaligus. Komentar spesifik lebih mudah diarahkan ke halaman, paragraf, tabel, atau subbagian tertentu.
3. Kelompokkan Berdasarkan Tingkat Revisi
Setelah membaca komentar, buat kategori revisi dulu, supaya membantu penulis menentukan prioritas.
Kategori yang dapat digunakan:
- Revisi bahasa dan teknis penulisan.
- Revisi struktur artikel.
- Revisi teori atau referensi.
- Revisi metode penelitian.
- Revisi hasil dan analisis data.
- Revisi pembahasan.
- Revisi tabel, gambar, atau lampiran.
- Komentar yang perlu diklarifikasi.
- Komentar yang tidak dapat diikuti sepenuhnya.
Kategori ini memudahkan penulis menyusun response to reviewer secara sistematis.
4. Tandai Komentar yang Berulang
Kadang Reviewer 1 dan Reviewer 2 memberi komentar yang mirip. Misalnya, keduanya menilai bagian metode kurang detail. Jika ada komentar berulang, berarti bagian itu memang perlu diperbaiki dengan serius.
Contoh:
Reviewer 1: The methodology section lacks detail regarding participant selection.
Reviewer 2: Please clarify how participants were recruited and selected.
Dua komentar ini dapat dijawab secara terpisah dalam response letter, tetapi revisi pada naskah bisa dilakukan pada bagian yang sama.
5. Tentukan Bagian Naskah yang Perlu Diubah
Setiap komentar harus dihubungkan dengan tindakan revisi. Jangan hanya menulis “sudah diperbaiki” tanpa menunjukkan bagian mana yang diperbaiki.
Respons yang baik biasanya mencantumkan lokasi revisi, misalnya halaman, paragraf, bagian, tabel, atau baris.
Contoh:
We have revised the Methods section by adding a clearer explanation of the participant selection criteria and recruitment process. The revision can be found in Section 3.2, paragraph 2.
Jika jurnal tidak menggunakan nomor halaman karena naskah masih dalam format Word, Anda bisa menyebut bagian dan paragraf.
Strategi Merespons Major Revision
Major revision bukan berarti artikel ditolak. Major revision berarti editor masih memberi kesempatan kepada penulis untuk memperbaiki naskah secara substansial.
Biasanya major revision diberikan ketika artikel punya potensi, tetapi masih memiliki masalah penting pada teori, metode, analisis, struktur, atau pembahasan.
1. Usahakan Jangan Panik Saat Mendapat Major Revision
Major revision bisa terasa berat karena komentar reviewer biasanya panjang. Namun, ini masih kabar baik. Jika artikel benar-benar tidak sesuai atau tidak layak diproses, editor bisa langsung menolak naskah.
Anggap major revision sebagai kesempatan memperkuat artikel. Fokus pada apa yang bisa diperbaiki, bukan pada rasa tidak nyaman saat membaca kritik.
2. Buat Daftar Kerja Revisi
Sebelum mengubah naskah, buat daftar kerja berdasarkan komentar reviewer. Susun dari revisi paling besar sampai paling kecil.
Contoh urutan kerja:
- Perbaiki gap penelitian di pendahuluan.
- Tambahkan referensi terbaru.
- Jelaskan desain penelitian.
- Perbaiki teknik sampling.
- Tambahkan penjelasan analisis data.
- Perkuat pembahasan.
- Rapikan tabel dan gambar.
- Periksa bahasa dan format.
Urutan seperti ini membantu proses revisi lebih terarah.
3. Jawab Semua Komentar Satu per Satu
Jangan menggabungkan semua jawaban dalam satu paragraf panjang. Jawab komentar reviewer secara berurutan. Salin komentar reviewer, lalu tulis respons penulis di bawahnya.
Format sederhana:
Comment 1:
The research gap is not clearly explained in the introduction.
Response:
Thank you for this helpful comment. We have revised the Introduction section by adding a clearer explanation of the research gap and positioning the study within recent literature. The revision appears in the Introduction, paragraphs 3–4.
Format seperti ini membuat editor dan reviewer mudah memeriksa revisi.
4. Gunakan Nada Sopan dan Profesional
Tidak semua komentar reviewer terasa nyaman. Ada reviewer yang menulis sangat singkat, keras, atau bahkan kurang jelas. Tetap balas dengan nada sopan.
Gunakan frasa seperti:
Thank you for this valuable comment.
We appreciate the reviewer’s suggestion.
We agree with the reviewer and have revised the manuscript accordingly.
Thank you for pointing this out.
Hindari respons defensif seperti, dampaknya bisa dikomentari lebih sadis, hihi:
The reviewer misunderstood our manuscript.
Lebih baik tulis:
We apologize for the lack of clarity in the previous version. We have revised the relevant section to make the explanation clearer.
Kalimat ini lebih profesional dan tidak menyalahkan reviewer.
5. Tunjukkan Perubahan yang Jelas
Respons yang baik harus menunjukkan perubahan konkret. Jangan hanya berterima kasih.
Respons yang kurang kuat:
Thank you. We have revised it.
Respons yang lebih baik:
Thank you for the comment. We have revised the Methods section by adding information on the sampling criteria, recruitment procedure, and number of participants. The revised explanation can be found in Section 3.2.
Editor perlu melihat apa yang berubah dan di mana perubahannya.
6. Gunakan Highlight atau Track Changes Jika Diminta
Beberapa jurnal meminta penulis mengirim dua file: clean version dan marked-up version. Clean version adalah naskah final tanpa tanda revisi. Marked-up version adalah naskah dengan track changes atau highlight.
Jika jurnal meminta track changes, gunakan fitur tersebut. Jika tidak ada instruksi khusus, Anda bisa menandai perubahan dengan highlight ringan atau menjelaskan lokasi revisi dalam response letter.
7. Perkuat Pembahasan & Analisis, Bukan Hanya Menambah Referensi
Pada major revision, reviewer sering meminta pembahasan diperkuat. Jangan hanya menambahkan sitasi baru tanpa analisis.
Pembahasan yang baik perlu menjelaskan:
- Makna temuan.
- Hubungan temuan dengan penelitian sebelumnya.
- Perbedaan atau kesamaan dengan literatur.
- Implikasi teoritis.
- Implikasi praktis.
- Keterbatasan penelitian.
- Saran untuk penelitian berikutnya.
Jika reviewer meminta “deeper discussion”, berarti penulis perlu memperjelas kontribusi artikel, bukan sekadar menambah paragraf panjang.
Template Response to Reviewer
Response to reviewer adalah dokumen yang berisi jawaban penulis terhadap semua komentar reviewer. Dokumen ini biasanya dikirim bersama naskah revisi.
Strukturnya sederhana, tetapi harus rapi dan lengkap.
1. Format Umum Response to Reviewer
Anda bisa menggunakan format berikut:
Dear Editor and Reviewers,
Thank you for the opportunity to revise our manuscript entitled “[Judul Artikel]”. We sincerely appreciate the constructive comments and suggestions provided by the reviewers. We have revised the manuscript accordingly and addressed each comment point by point. The detailed responses are provided below.
Sincerely,
[Nama Penulis]
Setelah pembuka, lanjutkan dengan respons per reviewer.
2. Template untuk Reviewer 1
Reviewer 1
Comment 1:
[Salin komentar reviewer di sini]Response:
Thank you for this valuable comment. We have revised [bagian artikel] by [jelaskan perubahan]. The revision can be found in [bagian/halaman/paragraf].Comment 2:
[Salin komentar reviewer di sini]Response:
We appreciate the reviewer’s suggestion. We have added [informasi/referensi/analisis] to clarify this point. The revised text appears in [bagian/halaman/paragraf].
3. Template untuk Reviewer 2
Reviewer 2
Comment 1:
[Salin komentar reviewer di sini]Response:
Thank you for pointing this out. We have clarified the explanation by [jelaskan perubahan]. This revision has been added to [bagian/halaman/paragraf].Comment 2:
[Salin komentar reviewer di sini]Response:
We agree with the reviewer. We have revised the manuscript to improve [aspek yang diminta], especially in [bagian artikel].
4. Template Jika Menambahkan Referensi
Thank you for this suggestion. We have added recent studies to strengthen the discussion of [topik]. These references have been integrated into the Introduction and Discussion sections to better position the current study within the existing literature.
5. Template Jika Memperbaiki Metode
Thank you for the comment. We have revised the Methods section by adding a more detailed explanation of the research design, participant selection, data collection procedure, and data analysis technique. This revision can be found in Section 3.
6. Template Jika Memperbaiki Tabel atau Gambar
Thank you for this helpful comment. We have revised Table 2 by clarifying the variable labels and adding explanatory notes below the table. The revised table is now easier to interpret and aligned with the manuscript discussion.
7. Template Jika Memperbaiki Bahasa
Thank you for the comment. We have carefully revised the manuscript for grammar, clarity, and academic style. Several sentences have been rewritten to improve readability.
Template Jika Reviewer Meminta Klarifikasi
Thank you for raising this point. We have clarified the explanation in the revised manuscript to avoid ambiguity. The clarification has been added in [bagian/halaman/paragraf].
Komentar yang Perlu Ditolak (dan Caranya)
Tidak semua komentar reviewer harus diikuti sepenuhnya, karena kadang reviewer memberi saran yang tidak sesuai dengan tujuan artikel, tidak mungkin dilakukan karena keterbatasan data, atau bertentangan dengan desain penelitian.
Penulis boleh tidak mengikuti komentar tertentu, tetapi harus menjelaskannya dengan sopan dan berbasis alasan akademik.
1. Saat Komentar Tidak Sesuai Fokus Artikel
Reviewer bisa saja menyarankan tambahan pembahasan yang terlalu jauh dari fokus artikel. Jika diikuti, artikel bisa melebar dan kehilangan arah.
Contoh respons:
Thank you for the suggestion. We agree that this issue is important. However, the suggested topic is beyond the scope of the present study, which focuses specifically on [fokus artikel]. To address the concern, we have added a brief clarification in the Discussion section and noted this issue as a potential direction for future research.
Respons ini tidak menolak secara keras. Penulis tetap menghargai komentar reviewer dan memberi solusi kecil.
2. Saat Reviewer Meminta Analisis yang Tidak Didukung Data
Reviewer mungkin meminta analisis tambahan, tetapi data penelitian tidak memungkinkan.
Contoh:
Please conduct a longitudinal analysis to show changes over time.
Jika penelitian Anda hanya cross-sectional, jangan memaksakan analisis yang tidak sesuai.
Respons yang dapat digunakan:
Thank you for this insightful suggestion. We agree that a longitudinal analysis would provide valuable findings. However, the current study used a cross-sectional design, and the available data do not allow us to conduct a longitudinal analysis. We have acknowledged this limitation in the revised Discussion section and suggested longitudinal research for future studies.
3. Saat Reviewer Meminta Referensi yang Tidak Relevan
Reviewer kadang menyarankan referensi tertentu. Jika referensi tersebut relevan, gunakan. Jika tidak relevan, jelaskan dengan hati-hati.
Contoh respons:
Thank you for recommending this reference. After careful consideration, we found that the suggested reference addresses a different research context from the present study. Therefore, we did not include it in the revised manuscript. However, we have added other recent references that are more closely related to the study focus.
4. Saat Reviewer Meminta Perubahan yang Bertentangan dengan Pedoman Jurnal
Jika saran reviewer bertentangan dengan author guidelines atau template jurnal, penulis dapat menjelaskan bahwa naskah mengikuti pedoman jurnal.
Contoh:
Thank you for the suggestion. We have reviewed the journal’s author guidelines and retained the current structure because it follows the required manuscript template. However, we have improved the clarity of the section to address the reviewer’s concern.
5. Saat Reviewer Salah Memahami Bagian Artikel
Jika reviewer salah memahami naskah, jangan langsung menyalahkan reviewer. Biasanya kesalahpahaman terjadi karena penjelasan penulis belum cukup jelas.
Contoh respons:
Thank you for this comment. We apologize for the lack of clarity in the previous version. We have revised the relevant paragraph to make the explanation clearer and to avoid possible misunderstanding.
Cara ini lebih aman daripada mengatakan reviewer salah.
6. Prinsip Saat Menolak Komentar Reviewer
Jika harus menolak komentar, gunakan prinsip berikut:
- Mulai dengan ucapan terima kasih.
- Akui bahwa komentar reviewer penting.
- Jelaskan alasan akademik secara singkat.
- Jangan menyalahkan reviewer.
- Berikan alternatif revisi jika memungkinkan.
- Tambahkan keterbatasan penelitian jika relevan.
Penolakan yang baik bukan membela diri, tetapi menjelaskan posisi artikel secara profesional.
7. Contoh Respons Aplikatif
Berikut beberapa contoh respons yang bisa digunakan atau disesuaikan dengan kondisi artikel.
Contoh 1: Reviewer meminta gap penelitian diperjelas.
Comment:
The research gap is not clearly stated in the introduction.Response:
Thank you for this valuable comment. We have revised the Introduction section by adding a clearer explanation of the research gap. We also added recent studies to show how the present study differs from previous research. The revision can be found in the Introduction, paragraphs 3–4.
Contoh 2: Reviewer meminta metode dijelaskan lebih detail.
Comment:
The methodology section needs more detail, especially regarding participant selection.Response:
Thank you for pointing this out. We have revised the Methods section by adding information on participant criteria, recruitment procedure, and sampling technique. This revision appears in Section 3.2.
Contoh 3: Reviewer meminta tambahan analisis statistik.
Comment:
Please add regression analysis to strengthen the findings.Response:
Thank you for the suggestion. We agree that regression analysis could provide additional insight. However, the current study was designed to compare group differences rather than predict relationships among variables. Therefore, we retained the current analysis and clarified the rationale in the Data Analysis section.
Contoh 4: Reviewer meminta pembahasan diperkuat.
Comment:
The discussion section is still descriptive and needs deeper analysis.Response:
Thank you for this helpful comment. We have revised the Discussion section by linking the findings more explicitly to previous studies and explaining the theoretical and practical implications. We also added a paragraph discussing why the findings may differ from prior research.
Contoh 5: Reviewer meminta referensi terbaru.
Comment:
Please include more recent references published in the last five years.Response:
Thank you for the suggestion. We have added recent references published within the last five years to strengthen the literature review and discussion. These references have been integrated into the Introduction and Discussion sections.
Contoh 6: Reviewer meminta perubahan judul.
Comment:
The title is too broad and should be more specific.Response:
Thank you for this useful suggestion. We have revised the title to better reflect the focus, method, and context of the study.
Contoh 7: Reviewer mengkritik keterbatasan penelitian.
Comment:
The limitations of the study are not adequately discussed.Response:
Thank you for this comment. We have added a limitations paragraph in the Discussion section. The revised paragraph explains the limitations related to sample size, research context, and generalizability.
Contoh 8: Reviewer meminta hal yang tidak bisa dilakukan.
Comment:
The authors should collect additional interview data from teachers.Response:
Thank you for this valuable suggestion. We agree that additional teacher interview data would enrich the study. However, due to the completed data collection phase and ethical approval boundaries, we are unable to collect new data at this stage. We have acknowledged this limitation and suggested it for future research.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
1. Menjawab Terlalu Singkat
Respons seperti “done”, “revised”, atau “corrected” terlalu singkat. Editor dan reviewer perlu tahu apa yang direvisi dan di mana letaknya.
Contoh kurang baik:
Done.
Contoh lebih baik:
Thank you for the comment. We have revised the Results section by clarifying the interpretation of Table 3 and adding a short explanation below the table.
2. Mengabaikan Komentar Reviewer
Semua komentar harus dijawab. Jika ada komentar yang tidak diikuti, tetap jelaskan alasannya.
Mengabaikan komentar dapat membuat reviewer merasa penulis tidak serius melakukan revisi.
3. Membalas dengan Nada Defensif
Hindari respons yang terdengar menyerang reviewer.
Contoh yang sebaiknya dihindari:
The reviewer did not understand our method.
Versi lebih profesional:
We apologize for the lack of clarity in the previous version. We have revised the Methods section to clarify the research procedure.
4. Mengubah Naskah Tanpa Menjelaskan di Response Letter
Naskah boleh direvisi, tetapi response letter tetap harus menjelaskan revisinya. Editor dan reviewer tidak seharusnya mencari sendiri perubahan yang dibuat penulis.
5. Menambahkan Banyak Paragraf Tanpa Merapikan Alur
Revisi bukan hanya menambah teks. Jika penulis menambahkan terlalu banyak paragraf tanpa memperbaiki alur, artikel bisa menjadi lebih panjang tetapi tidak lebih jelas.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu komentar reviewer?
Komentar reviewer adalah masukan dari penilai artikel jurnal yang berisi kritik, saran, pertanyaan, atau permintaan revisi terhadap naskah yang telah disubmit.
Apakah major revision berarti artikel ditolak?
Tidak selalu. Major revision berarti artikel masih punya peluang, tetapi perlu perbaikan besar sebelum editor mengambil keputusan akhir.
Bagaimana cara menjawab komentar reviewer?
Jawab satu per satu dengan sopan. Salin komentar reviewer, lalu tulis respons penulis. Jelaskan revisi yang dilakukan dan sebutkan bagian naskah yang sudah diperbaiki.
Apakah semua komentar reviewer harus diikuti?
Tidak selalu. Jika komentar tidak sesuai fokus artikel, tidak didukung data, atau bertentangan dengan pedoman jurnal, penulis boleh tidak mengikutinya. Namun, alasannya harus dijelaskan secara sopan dan akademik.
Apa itu response to reviewer?
Response to reviewer adalah dokumen yang berisi jawaban penulis terhadap semua komentar reviewer. Dokumen ini biasanya dikirim bersama naskah revisi.
Bagaimana jika reviewer salah memahami artikel?
Jangan menyalahkan reviewer. Jelaskan bahwa bagian tersebut mungkin belum cukup jelas, lalu revisi naskah agar tidak menimbulkan salah tafsir.
Apakah response to reviewer harus menggunakan bahasa Inggris?
Jika jurnal menggunakan bahasa Inggris, sebaiknya response to reviewer juga ditulis dalam bahasa Inggris. Jika jurnal berbahasa Indonesia, respons dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai kebijakan jurnal.
Apa yang harus dikirim saat submit revisi?
Biasanya penulis mengirim naskah revisi, response to reviewer, dan kadang versi dengan track changes. Ikuti instruksi editor atau sistem jurnal.




