
Banyak penulis berhenti di bagian isi, lalu bingung saat harus merapikan sumber dari buku. Padahal, justru di daftar pustaka kredibilitas tulisan sering terlihat paling jelas.
Sumber buku tetap jadi fondasi penting karena biasanya memuat konsep yang lebih stabil, terstruktur, dan mudah diverifikasi. Dalam tulisan singkat ini kita akan melihat cara menulisnya dengan format yang tidak bertele-tele.
Kalam Practica Media menyiapkan contoh yang bisa langsung Anda adaptasi untuk tugas kuliah, artikel, atau naskah ilmiah.
Kapan Sumber Buku Perlu Ditulis
Gunakan buku saat Anda mengambil definisi, teori, kerangka konseptual, atau data dasar yang bersifat lebih mapan. Untuk sitasi buku, identitas penulis, tahun terbit, judul, edisi, dan penerbit menjadi elemen utama.
Contoh Sitasi Buku dalam Gaya APA 7
Smith, J. (2020). Understanding modern psychology. Basic Books.
Format di atas menunjukkan urutan Nama Belakang, Inisial. (Tahun Terbit). Judul buku dicetak miring. Nama Penerbit. Pola ini paling aman dipakai ketika Anda menulis daftar pustaka dari buku.
Ringkasan Elemen Sitasi Buku
| Elemen | Fungsi |
|---|---|
| Penulis | Menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas isi buku |
| Tahun | Memberi konteks kebaruan sumber |
| Judul miring | Menandai identitas karya |
| Penerbit | Membantu pelacakan sumber |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA buku serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Bagaimana jika buku punya edisi?
Cantumkan edisi setelah judul bila memang ada, misalnya edisi kedua atau revisi.
Apakah nama kota penerbit wajib?
Pada APA 7, kota penerbit umumnya tidak lagi ditulis.
Bolehkah memakai buku elektronik?
Boleh, selama identitas bibliografinya lengkap dan konsisten.




