
Sumber web sering dipakai karena cepat ditemukan dan mudah dibuka ulang. Masalahnya, banyak penulis hanya menyalin judul halaman tanpa memperhatikan unsur bibliografis yang lengkap.
Kalau formatnya rapi, sumber web justru sangat membantu pembaca menelusuri kembali informasi yang Anda pakai. Di artikel ini, struktur dasarnya dibuat sesederhana mungkin agar tidak membingungkan.
Kalam Practica Media menekankan satu hal: rujukan web harus jelas penulisnya, jelas tanggalnya, dan jelas tautannya.
Apa yang Harus Dicari dari Halaman Web
Lihat penulis atau nama institusi, tahun atau tanggal publikasi, judul halaman, nama situs, serta URL. Bila tanggal tidak tersedia, beberapa gaya sitasi memakai keterangan n.d. atau tanggal akses.
Contoh Sitasi Halaman Web
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024, 12 Februari). Panduan literasi digital untuk pelajar. https://contoh-situs.id/literasi-digital
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa nama institusi bisa menggantikan nama penulis pribadi jika halaman dibuat oleh lembaga resmi.
Ringkasan Unsur Sumber Web
| Elemen | Catatan |
|---|---|
| Penulis/Institusi | Bisa individu atau organisasi |
| Tanggal | Sebaiknya lengkap |
| Judul halaman | Ditulis apa adanya |
| URL | Harus aktif dan spesifik |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA web serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Kalau tidak ada nama penulis?
Gunakan nama organisasi atau judul halaman sesuai pedoman gaya sitasi.
Perlu tanggal akses atau tidak?
Tergantung gaya sitasi dan kebijakan kampus atau jurnal.
Apakah semua web boleh dipakai?
Tidak. Pilih situs yang kredibel dan relevan.




