Cara Menulis Daftar Pustaka dari Skripsi

Cara Menulis Daftar Pustaka

Skripsi, tesis, dan disertasi sering menjadi sumber yang bagus ketika Anda membutuhkan penelitian lapangan yang spesifik. Tantangannya ada pada penulisan identitas dokumen yang biasanya lebih panjang dari buku biasa.

Pembaca perlu tahu jenis karya ilmiah yang dirujuk, institusi asalnya, dan tahun penyelesaiannya. Karena itu, format daftar pustaka dari skripsi tidak boleh dipotong terlalu singkat.

Kalam Practica Media menyarankan Anda menjaga konsistensi agar setiap entri tetap mudah dilacak.

Komponen yang Perlu Dicantumkan

Masukkan nama penulis, tahun, judul karya ilmiah, jenis dokumen, nama institusi, dan bila perlu informasi repositori atau akses daring. Struktur ini membantu pembaca memahami status sumber tersebut.

Contoh Sitasi Skripsi

Rahmawati, D. (2023). Analisis kemampuan menulis akademik mahasiswa [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta].

Contoh ini memakai penanda jenis dokumen di dalam tanda kurung siku. Teknik tersebut membuat pembaca langsung tahu bahwa sumbernya bukan buku atau artikel jurnal.

Ringkasan Penulisan Skripsi

ElemenKeterangan
PenulisNama belakang diikuti inisial
TahunTahun penyelesaian
JudulDibuat miring
Jenis dokumenSkripsi, tesis, atau disertasi

Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA tesis dan disertasi serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

Scan the code

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ

Apakah nama kampus perlu ditulis?

Ya, karena kampus menjadi identitas penting sumber.

Bagaimana jika skripsi dari repositori?

Tambahkan tautan repositori bila diperlukan oleh gaya sitasi.

Bolehkah disingkat?

Boleh, selama tetap sesuai pedoman yang Anda pakai.