Cara Menulis Daftar Pustaka dari Prosiding

Cara Menulis Daftar Pustaka

Prosiding sering muncul sebagai rujukan di riset yang bergerak cepat, terutama saat topiknya masih baru dan belum banyak dibahas di jurnal. Karena itu, penulis perlu teliti membedakan antara artikel prosiding, makalah seminar, dan paper konferensi.

Kesalahan kecil pada nama konferensi atau penyunting dapat membuat sumber sulit dilacak. Format yang rapi akan memudahkan pembaca menemukan paper yang sama di kemudian hari.

Kalam Practica Media menyarankan Anda memperlakukan prosiding sebagai sumber ilmiah penuh, bukan sekadar lampiran acara.

Unsur yang Perlu Ada

Cantumkan penulis, tahun, judul makalah, nama prosiding atau konferensi, penyunting bila ada, halaman, dan penerbit atau penyelenggara.

Contoh Sitasi Prosiding

Santoso, B., & Lestari, R. (2022). Digital literacy in classroom assessment. In Proceedings of the International Conference on Education Innovation (pp. 45–52).

Contoh itu menunjukkan bahwa judul paper dan nama prosiding dipisahkan secara jelas, sehingga pembaca bisa membaca struktur sumbernya tanpa ragu.

Ringkasan Prosiding

ElemenFungsi
PenulisMenandai penanggung jawab paper
Judul makalahInti karya yang dikutip
Nama prosidingMenjelaskan forum ilmiah
HalamanMemudahkan pencarian

Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA prosiding serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

Scan the code

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ

Prosiding selalu harus dicetak miring?

Nama prosiding biasanya dicetak miring, sedangkan judul paper tidak.

Apakah nama konferensi wajib?

Ya, karena itu identitas utamanya.

Bagaimana jika tidak ada halaman?

Ikuti format gaya sitasi yang Anda pakai.