
Ebook makin sering dipakai karena praktis, ringan, dan mudah dibuka lewat perangkat apa pun. Meski medianya digital, prinsip sitasinya tetap harus menunjukkan identitas karya dengan lengkap.
Masalah umum saat menulis sumber ebook adalah penulis hanya menyalin judul file, padahal yang dibutuhkan adalah data bibliografis dari buku digital tersebut.
Kalam Practica Media menempatkan ebook sebagai sumber yang sah, selama detailnya tidak dipotong sembarangan.
Hal yang Perlu Dicek pada Ebook
Pastikan Anda mengetahui penulis, tahun terbit, judul buku, edisi bila ada, penerbit, dan platform atau DOI jika memang diperlukan oleh gaya sitasi.
Contoh Sitasi Ebook
Hidayat, R. (2022). Manajemen belajar mandiri (2nd ed.). EduPress.
Contoh ini bisa dipakai ketika ebook adalah versi digital dari buku yang juga punya identitas penerbit resmi.
Ringkasan Ebook
| Elemen | Catatan |
|---|---|
| Penulis | Tetap sama seperti buku cetak |
| Tahun | Mengacu pada versi terbit |
| Judul | Dicetak miring |
| Platform/DOI | Ditambahkan jika diminta |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA ebook serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apakah ebook berbeda dari buku?
Secara format ya, tetapi unsur dasarnya masih mirip.
Apakah DOI perlu dicantumkan?
Jika tersedia dan gaya sitasi meminta, ya.
Bagaimana jika file PDF buku digital?
Ikuti identitas bibliografis buku, bukan nama file.




