Beginilah Applied Theory Menurut Para Ahli, Yuk Pahami!

Applied theory menurut para ahli

Applied Theory dalam penelitian sering berada di posisi paling dekat dengan realita yang diuji penelitian. Jika Grand Theory memberi kerangka besar, dan Middle Theory menjembatani konsep, maka Applied Theory adalah tahap ketika teori benar-benar digunakan untuk membaca data dan menjelaskan fenomena.

Pada tahap ini, teori tidak lagi bersifat abstrak atau semu, karena ia sudah mengkristal menjadi alat analisis yang langsung terhubung dengan variabel, data, dan temuan penelitian.

Yuk belajar bagaimana para ahli mendefinisikannya dan bagaimana bisa teori ini kita gunakan sebagai framework dalam penelitian kita.

Applied Theory Menurut Para Ahli

1. Robert K. Merton

Merton tidak secara langsung menggunakan istilah Applied Theory, tetapi dalam kerangka Middle Range Theory, ia menekankan pentingnya teori yang bisa diuji secara empiris. Dalam konteks ini, Applied Theory dapat dipahami sebagai bentuk paling operasional dari teori yang langsung digunakan dalam penelitian.

Bagi Merton, teori yang baik adalah teori yang “membumi” dan bisa diuji melalui data.

2. Anthony Giddens

Giddens melalui teori strukturasi menjelaskan hubungan antara struktur sosial dan tindakan manusia. Dalam konteks Applied Theory, gagasannya sering digunakan untuk menjelaskan bagaimana konsep besar diterapkan dalam analisis perilaku sosial secara nyata.

Applied Theory dalam perspektif Giddens selalu terkait dengan praktik sosial yang bisa diamati.

3. John W. Creswell

Creswell menekankan bahwa teori dalam penelitian harus berfungsi sebagai kerangka kerja yang membantu peneliti menghubungkan konsep dengan data. Dalam pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif, Applied Theory sering muncul sebagai dasar operasionalisasi variabel.

Ia melihat teori sebagai alat kerja, bukan hanya konsep abstrak.

4. Earl Babbie

Babbie menegaskan bahwa dalam penelitian sosial, teori harus dapat diuji melalui data empiris. Applied Theory dalam pandangannya adalah bentuk implementasi langsung dari konsep teoritis ke dalam desain penelitian.

5. Neuman

Neuman melihat teori sebagai alat untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Applied Theory digunakan untuk menghubungkan konsep dengan pengukuran empiris dalam penelitian sosial.

Ciri-Ciri Applied Theory

Applied Theory memiliki karakter yang berbeda dari Grand dan Middle Theory:

  • bersifat operasional
  • langsung digunakan dalam analisis data
  • berkaitan dengan variabel penelitian
  • dapat diuji secara empiris
  • fokus pada konteks spesifik penelitian

Fungsi Applied Theory dalam Penelitian

Hirarki Teori dalam Penelitian

1. Menghubungkan teori dengan data

Applied Theory membantu peneliti menghubungkan konsep dengan hasil observasi atau pengukuran.

2. Menjadi dasar analisis penelitian

Dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif, Applied Theory digunakan untuk membaca data.

3. Menjelaskan fenomena secara spesifik

Teori ini tidak lagi bersifat umum, tetapi fokus pada kasus yang diteliti.

Posisi Applied Theory dalam Struktur Penelitian

Struktur umum dalam penelitian ilmiah:

1. Grand Theory → kerangka besar
2. Middle Theory → penghubung konsep
3. Applied Theory → implementasi pada data

    Applied Theory adalah tahap terakhir sebelum masuk ke analisis hasil penelitian.

    Contoh Sederhana Penggunaan Applied Theory

    Misalnya dalam penelitian tentang motivasi belajar:

    • Grand Theory: Behaviorisme
    • Middle Theory: Motivasi belajar
    • Applied Theory: Pengaruh reward terhadap motivasi siswa dalam kelas tertentu

    Di sini Applied Theory langsung digunakan untuk menjelaskan data penelitian.

    Kesimpulan

    Applied Theory menurut para ahli dapat dipahami sebagai bentuk paling operasional dari teori dalam penelitian. Ia tidak lagi bersifat abstrak, tetapi sudah langsung digunakan untuk membaca, menjelaskan, dan menganalisis data.

    Peran utamanya sih sederhana, yaitu menjadikan teori benar-benar bekerja dalam penelitian.

    FAQ

    Apa itu Applied Theory?

    Applied Theory adalah teori yang sudah dioperasionalkan dan digunakan langsung dalam analisis penelitian.

    Apa bedanya dengan Grand Theory?

    Grand Theory bersifat umum dan abstrak, sedangkan Applied Theory bersifat spesifik dan operasional.

    Siapa yang membahas Applied Theory?

    Konsep ini banyak diturunkan dari pemikiran Merton, Creswell, Babbie, dan Neuman.

    Apakah Applied Theory wajib dalam skripsi?

    Tidak selalu disebut eksplisit, tetapi selalu ada dalam bentuk operasionalisasi variabel.

    Apa fungsi Applied Theory?

    Untuk menghubungkan teori dengan data penelitian secara langsung.

    Referensi

    1. Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure. Free Press.
    2. Merton, R. K. (1949). Social theory and social structure. Free Press.
    3. Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.
    4. Babbie, E. (2016). The practice of social research. Cengage Learning.
    5. Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Pearson.
    6. Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. University of California Press.
    7. Ritzer, G. (2011). Sociological theory. McGraw-Hill.
    8. Turner, J. H. (2003). The structure of sociological theory. Wadsworth.
    9. Bryman, A. (2016). Social research methods. Oxford University Press.
    10. Hedström, P. (2005). Dissecting the social: On the principles of analytical sociology. Cambridge University Press.