
Artikel jurnal hampir selalu jadi sumber yang paling dicari karena biasanya sudah melewati proses review. Itulah mengapa sitasinya perlu lengkap agar pembaca bisa menemukan versi aslinya tanpa menebak-nebak.
Ketika Anda menulis daftar pustaka dari artikel, identitas jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI menjadi elemen yang sangat penting.
Kalam Practica Media menyarankan Anda membaca ulang metadata artikel sebelum menyalin ke daftar pustaka.
Apa Saja yang Perlu Ada
Masukkan nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI jika tersedia. Jika tidak ada DOI, URL jurnal yang stabil bisa menjadi alternatif.
Contoh Sitasi Artikel Jurnal
Wibowo, A., & Kartika, S. (2024). Student engagement in blended learning environments. Journal of Educational Research, 18(2), 101–118. https://doi.org/10.1234/jer.2024.18.2.101
Contoh tersebut memberi gambaran paling umum dari sitasi artikel ilmiah yang rapi dan mudah dilacak.
Ringkasan Artikel Jurnal
| Elemen | Keterangan |
|---|---|
| Penulis | Nama belakang dan inisial |
| Judul artikel | Tidak dimiringkan di APA |
| Jurnal | Dicetak miring |
| DOI/URL | Memudahkan akses |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan APA artikel jurnal serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apakah judul artikel miring?
Pada APA 7, judul artikel tidak miring.
Jurnalnya perlu dicetak miring?
Ya, nama jurnal biasanya miring.
DOI harus aktif?
Sebaiknya ya, karena DOI lebih stabil daripada URL biasa.




