
Undang-undang adalah sumber primer yang sering dipakai dalam tulisan hukum, kebijakan publik, dan analisis regulatif. Karena sifatnya resmi, format sitasinya harus tegas dan tidak berputar-putar.
Pembaca biasanya mencari nomor undang-undang, tahun, dan judul lengkap untuk memastikan bahwa interpretasi Anda merujuk pada dokumen yang tepat.
Kalam Practica Media menaruh perhatian khusus pada ketepatan detail hukum karena satu karakter saja bisa mengubah makna rujukan.
Cara Menyusun Referensi UU
Tuliskan jenis sumber, nomor undang-undang, tahun, judul, dan sumber resmi. Jika gaya yang Anda pakai mensyaratkan, tambahkan tautan ke laman pengunduhan atau database hukum.
Contoh Sitasi Undang-Undang
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. JDIH BPK.
Contoh ini menunjukkan penulisan sumber hukum yang ringkas tetapi tetap cukup informatif untuk ditelusuri.
Ringkasan UU
| Elemen | Tujuan |
|---|---|
| Nomor UU | Membedakan satu undang-undang dari yang lain |
| Tahun | Menunjukkan periode pengesahan |
| Judul | Memberi konteks materi |
| Sumber resmi | Menjamin keaslian |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di portal peraturan BPK serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apakah undang-undang harus ditulis miring?
Ikuti gaya sitasi yang Anda gunakan; yang penting konsisten.
Boleh menulis singkatan UU?
Boleh di tubuh teks, tetapi daftar pustaka sebaiknya lengkap.
Sumber resmi terbaik apa?
Portal hukum pemerintah atau lembaga otoritatif.




