
Referensi dengan lebih dari tiga pengarang biasanya membuat penulis bingung soal kapan harus menulis semua nama dan kapan boleh memakai et al. Di sinilah pedoman gaya sitasi menjadi sangat penting.
Kalau Anda memakai APA 7, aturan daftar pustaka berbeda dengan kutipan dalam teks. Karena itu, jangan menyamaratakan keduanya.
Kalam Practica Media menekankan pemakaian aturan yang seragam agar daftar pustaka tetap efisien dibaca.
Prinsip Et al.
Dalam banyak gaya sitasi modern, nama penulis bisa diringkas setelah jumlah tertentu. Namun, di daftar pustaka, aturan lengkapnya perlu dicek terlebih dahulu karena tidak semua gaya melakukan pemendekan dengan cara yang sama.
Contoh Sitasi Lebih dari Tiga Penulis
Setiawan, P., Ardiansyah, F., Mulyani, S., et al. (2024). Collaborative learning in digital classrooms. Journal of Contemporary Education, 11(2), 140–158.
Contoh ini membantu Anda memahami bagaimana et al. dipakai saat jumlah pengarang mulai banyak.
Ringkasan Banyak Penulis
| Elemen | Catatan |
|---|---|
| Nama penulis | Bisa diringkas tergantung gaya |
| et al. | Dipakai pada kondisi tertentu |
| Tahun | Tetap ditulis lengkap |
| Jurnal | Tetap dicantumkan |
Untuk rujukan lanjutan, Anda juga bisa memeriksa panduan resmi di panduan artikel jurnal APA serta membandingkannya dengan sumber editorial di Kalam Practica Media. Jika Anda sedang menyiapkan artikel jurnal, halaman Call for Paper juga relevan untuk dibaca.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apakah et al. selalu boleh dipakai?
Tidak selalu; lihat pedoman gaya yang digunakan.
Apakah semua nama harus ditulis di daftar pustaka?
Tergantung standar yang dipakai.
Apa kesalahan paling umum?
Mencampur aturan in-text citation dengan reference list.




