Contoh Literature Review: Struktur, Cara Buat & Formatnya

Contoh Literature review

Literature review adalah bagian penting dalam karya ilmiah karena membantu penulis memahami posisi penelitian yang sedang dibahas. Dari bagian penting inilah pembaca bisa melihat teori, temuan, pola, dan celah penelitian yang sudah ada sebelumnya.

Literature review bukan sekadar kumpulan ringkasan artikel saja, bahkan bagian ini perlu juga disusun secara kritis agar mampu menunjukkan hubungan antarpenelitian, perbedaan temuan, serta alasan mengapa topik tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.

Artikel ini membahas Contoh Literature Review secara praktis, mulai dari pengertian, struktur, cara membuat, contoh tabel, hingga contoh narasi yang bisa dijadikan acuan awal saat menulis artikel ilmiah.

Apa Itu Literature Review?

Literature review adalah kajian terhadap sumber ilmiah yang relevan dengan topik tertentu. Isinya dapat berupa pembahasan teori, hasil penelitian terdahulu, metode yang pernah digunakan, dan arah perkembangan kajian dalam bidang tersebut.

Literature review dalam artikel ilmiah juga berfungsi untuk memperkuat dasar penelitian. Snyder menjelaskan bahwa literature review dapat digunakan sebagai metode untuk menyintesis temuan sebelumnya dan menunjukkan area yang masih perlu diteliti lebih lanjut.

Sebelum masuk ke bagian review literatur, penulis juga perlu memastikan bagian Pendahuluan artikel ilmiah sudah kuat. Pendahuluan yang jelas akan membantu pembaca memahami alasan mengapa literatur tertentu dipilih dan dibahas.

Tujuan Literature Review

Literature review membantu penulis memahami perkembangan kajian pada satu topik. Bagian ini juga menunjukkan hubungan antara penelitian terdahulu dan penelitian yang sedang dilakukan.

Review literatur berguna untuk menemukan research gap, karena tanpa gap yang clear, artikel sering terasa hanya mengulang pembahasan yang sudah ada, sayang sekali jadinya.

Purdue OWL menjelaskan bahwa literature review tidak hanya mengumpulkan sumber, tetapi juga membahas sumber-sumber tersebut dalam hubungan satu sama lain. Artinya apa? penulis perlu menunjukkan percakapan akademik antarpenelitian, bukan hanya menaruh ringkasan secara berurutan.

Struktur Literature Review

Struktur literature review dapat berbeda tergantung jenis artikel, panduan jurnal, dan metode yang digunakan. Namun secara umum bagian ini bisa disusun dengan pola berikut:

Alur Membuat Literature Review

Pendahuluan Literature Review

Bagian awal menjelaskan topik yang dikaji, alasan topik tersebut penting, dan batasan pembahasan. Penulis perlu menyampaikan ruang lingkup review agar pembaca tahu fokus tulisan sejak awal.

Contoh kalimat:

“Literature review ini membahas penggunaan media digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar.”

Metode Pencarian Literatur

Bagian ini menjelaskan bagaimana penulis mencari dan memilih sumber. Untuk review yang lebih sistematis, penulis dapat menyebutkan database, kata kunci, rentang tahun, kriteria inklusi, dan kriteria eksklusi.

Proses pencarian dan seleksi studi perlu dijelaskan secara transparan pada systematic review. PRISMA 2020 misalnya digunakan sebagai panduan pelaporan agar proses identifikasi, pemilihan, penilaian, dan sintesis studi dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca.

Hasil Pemetaan Literatur

Bagian ini berisi penjelasan tentang literatur yang ditemukan. Pembahasan dapat dikelompokkan berdasarkan tema, metode, tahun publikasi, objek kajian, atau temuan utama.

Sintesis dan Pembahasan

Sintesis adalah bagian utama dalam literature review. Di sini, penulis tidak hanya menjelaskan isi artikel satu per satu, tetapi menghubungkan beberapa temuan agar membentuk argumen yang utuh.

Paul dan Criado menjelaskan bahwa literature review yang baik perlu menyajikan gambaran menyeluruh tentang tema, teori, atau metode, lalu menyintesis penelitian terdahulu untuk memperkuat dasar pengetahuan.

Research Gap

Research gap menjelaskan celah yang belum banyak dibahas oleh penelitian sebelumnya. Bagian ini penting karena menunjukkan alasan mengapa penelitian baru masih diperlukan.

Kesimpulan Literature Review

Bagian akhir merangkum pola utama dari literatur yang sudah dikaji. Kesimpulan juga dapat berisi arah penelitian berikutnya atau rekomendasi untuk pengembangan kajian.

Cara Membuat Literature Review

Agar literature review lebih rapi dan enak dibaca, penulis bisa memulainya dari kerangka sederhana saja. Jangan langsung menulis banyak paragraf tanpa tahu arah pembahasannya.

Tentukan Topik yang Spesifik

Topik yang terlalu luas akan membuat review sulit dikendalikan. Misalnya, “Teknologi pendidikan” masih terlalu umum. Topik yang lebih fokus adalah “Penggunaan video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa SMP.”

Rumuskan Pertanyaan Review

Pertanyaan review membantu menentukan arah pencarian literatur. Contohnya:

“Bagaimana pengaruh video pembelajaran terhadap pemahaman konsep IPA siswa SMP?”

Pertanyaan seperti ini membuat penulis lebih mudah memilih artikel yang relevan.

Cari Literatur dari Sumber Kredibel

Gunakan artikel jurnal, buku akademik, prosiding, atau sumber ilmiah lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hindari sumber yang tidak jelas penulis, penerbit, atau tahun terbitnya.

Buat Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Kriteria inklusi adalah syarat artikel yang akan digunakan. Misalnya saja artikel yang sudah terbit dalam tujuh tahun terakhir, membahas pendidikan, dan memakai metode penelitian yang jelas.

Kriteria eksklusi adalah syarat artikel yang tidak digunakan. Misalnya ya, artikel yang kiranya tidak relevan dengan topik, tidak tersedia full text, atau datanya kurang mendukung pembahasan.

Buat Tabel Ringkasan Literatur

Tabel membantu penulis melihat pola dari beberapa artikel. Dengan tabel ini nantinya Anda bisa membandingkan judul, penulis, metode, objek penelitian, temuan, dan kelemahan masing-masing artikel.

Tulis Sintesis, Bukan Ringkasan Mentah

Kesalahan yang sering terjadi adalah menulis literature review seperti daftar ringkasan. Padahal, bagian ini perlu memperlihatkan hubungan antarpenelitian.

Daripada menulis “Penelitian A membahas ini, penelitian B membahas itu,” lebih baik kelompokkan berdasarkan tema. Contohnya saja satu paragraf membahas media digital dan motivasi belajar, paragraf lain membahas keterbatasan teknologi di kelas, lalu paragraf berikutnya menjelaskan celah penelitian.

Contoh Format Tabel Literature Review

Berikut contoh tabel sederhana yang bisa digunakan.

NoPenulis dan TahunFokus PenelitianMetodeTemuan UtamaResearch Gap
1Andari, 2021Media digital dalam pembelajaran IPAKuantitatifMedia digital meningkatkan motivasi belajarBelum membahas keterlibatan siswa secara mendalam
2Pratama, 2022Video pembelajaran pada siswa SMPEksperimenVideo membantu pemahaman konsepSampel masih terbatas pada satu sekolah
3Lestari, 2023Pembelajaran interaktif berbasis aplikasiKualitatifAplikasi membuat siswa lebih aktifBelum mengukur dampak jangka panjang
4Rahman, 2024Teknologi pendidikan dan peran guruStudi kasusPeran guru menentukan efektivitas teknologiPerlu kajian lintas jenjang pendidikan

Tabel seperti ini tidak harus selalu masuk ke artikel akhir. Penulis bisa menggunakannya sebagai alat bantu sebelum menyusun narasi literature review.

Contoh Literature Review Singkat

Berikut contoh literature review dengan tema pendidikan digital.

Contoh Literature Review: Media Digital dalam Pembelajaran

Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran semakin banyak dibahas dalam penelitian pendidikan. Beberapa studi menunjukkan bahwa media digital dapat membantu guru menyajikan materi secara lebih visual, interaktif, dan mudah diakses oleh siswa. Dalam pembelajaran IPA, penggunaan video, animasi, dan platform digital dinilai membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak.

Efektivitas media digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi semata. Desain pembelajaran, kesiapan guru, karakteristik siswa, dan dukungan fasilitas sekolah juga memengaruhi keberhasilan penggunaannya. Teknologi tidak otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik jika tidak didukung strategi mengajar yang tepat.

Sebagian penelitian masih lebih banyak menyoroti hasil belajar sebagai indikator utama. Kajian tentang keterlibatan siswa, motivasi, dan interaksi belajar masih perlu dikembangkan. Celah ini menunjukkan bahwa penelitian tentang media digital sebaiknya tidak hanya melihat peningkatan nilai, tetapi juga bagaimana siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan kajian tersebut, media digital memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk melihat bagaimana media digital dirancang dan digunakan agar mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara berkelanjutan.

Contoh Literature Review dalam Bentuk Narasi Akademik

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam praktik pembelajaran. Media digital tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu presentasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun interaksi, memberi umpan balik, dan memperluas akses terhadap sumber belajar. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang penggunaan media digital dalam pendidikan semakin banyak menyoroti efektivitas, motivasi, dan partisipasi siswa.

Kajian terdahulu menunjukkan bahwa media digital dapat berdampak positif pada pemahaman materi, terutama ketika digunakan dalam pembelajaran yang membutuhkan visualisasi konsep. Beberapa penelitian juga menekankan bahwa penggunaan media digital perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan kesiapan guru. Tanpa desain yang tepat dan menyentuh akar masalah, tentu media digital hanya menjadi variasi teknis tanpa perubahan bermakna pada proses belajar.

Literatur yang ada masih cenderung berfokus pada hasil belajar kognitif. Pembahasan tentang keterlibatan siswa dalam pembelajaran digital belum banyak dikaji secara mendalam, terutama pada konteks sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana media digital dapat dirancang sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa.

Perbedaan Literature Review dan Systematic Literature Review

Literature review biasa cenderung lebih fleksibel. Penulis dapat memilih literatur berdasarkan relevansi teori, tema, atau kebutuhan pembahasan.

Systematic literature review memiliki prosedur yang lebih ketat. Penulis perlu menjelaskan strategi pencarian, database, kriteria seleksi, proses screening, dan cara sintesis data. Panduan seperti PRISMA 2020 sering digunakan agar proses pelaporan systematic review lebih transparan.

Jadi jika artikel hanya membutuhkan pembahasan teori dan penelitian terdahulu sahaja, literature review naratif tentu bisa digunakan. Jika tujuannya memetakan hasil penelitian secara sistematis, pendekatan systematic literature review lebih sesuai dan tepat sasaran ya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menulis Literature Review

Hanya Merangkum Artikel

Literature review yang baik tidak berhenti pada ringkasan. Penulis perlu membandingkan, mengelompokkan, dan menilai temuan dari berbagai sumber.

Tidak Menunjukkan Research Gap

Tanpa research gap, literature review terasa kurang kuat. Pembaca perlu tahu apa yang belum dibahas dan mengapa penelitian baru dibutuhkan.

Sumber Tidak Relevan

Tidak semua artikel yang membahas topik serupa layak digunakan. Pilih sumber yang benar-benar sesuai dengan fokus artikel.

Tidak Ada Alur Pembahasan

Literature review harus mengalir. Susun pembahasan berdasarkan tema, bukan hanya urutan tahun atau nama penulis.

Terlalu Banyak Kutipan Langsung

Kutipan langsung boleh digunakan, tetapi jangan berlebihan. Lebih baik parafrase dengan tetap mencantumkan sumber.

Tips Menulis Literature Review yang Rapi

  1. Mulailah dengan membuat peta literatur. Kelompokkan artikel berdasarkan tema, metode, temuan, dan celah penelitian.
  2. Gunakan tabel untuk membantu analisis, lalu ubah hasil tabel menjadi narasi yang mengalir. Jangan menyalin isi tabel menjadi paragraf tanpa sintesis.
  3. Pastikan setiap paragraf memiliki fungsi. Ada paragraf yang menjelaskan perkembangan topik, ada yang membandingkan temuan, dan ada yang menunjukkan gap.
  4. Gunakan referensi terbaru, terutama jika topik yang dibahas cepat berkembang. Untuk artikel akademik, sumber dalam lima sampai tujuh tahun terakhir biasanya lebih aman digunakan, kecuali teori dasar yang memang masih relevan.

Kesimpulan

Contoh Literature Review membantu penulis memahami cara menyusun kajian pustaka yang tidak hanya berisi ringkasan. Bagian ini perlu menunjukkan hubungan antarpenelitian, pola temuan, perbedaan hasil, dan celah yang masih bisa dikaji.

Literature review yang baik memiliki topik jelas, sumber relevan, struktur rapi, dan argumentasi yang mengalir. Dengan tabel literatur dan sintesis yang kritis, penulis dapat membuat review yang lebih kuat untuk artikel ilmiah, skripsi, tesis, maupun publikasi jurnal.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ Seputar Contoh Literature Review

Apa itu literature review?

Literature review adalah kajian terhadap penelitian, teori, dan sumber ilmiah yang relevan dengan topik tertentu. Tujuannya untuk memahami perkembangan kajian dan menemukan celah penelitian.

Apa saja isi literature review?

Isi literature review meliputi topik utama, teori yang digunakan, penelitian terdahulu, metode yang pernah dipakai, temuan utama, perbedaan hasil, dan research gap.

Bagaimana cara membuat literature review?

Cara membuat literature review adalah menentukan topik, merumuskan pertanyaan review, mencari literatur, memilih sumber yang relevan, membuat tabel ringkasan, lalu menulis sintesis.

Apakah literature review harus menggunakan tabel?

Tidak harus, tetapi tabel sangat membantu. Tabel memudahkan penulis membandingkan artikel berdasarkan penulis, tahun, metode, temuan, dan gap.

Apa bedanya literature review dan daftar pustaka?

Literature review berisi pembahasan dan sintesis sumber ilmiah. Daftar pustaka hanya memuat informasi bibliografi dari sumber yang digunakan.

Apakah literature review sama dengan tinjauan pustaka?

Dalam banyak konteks, literature review sering dipahami sebagai tinjauan pustaka. Namun, literature review yang baik tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menganalisis hubungan antarpenelitian.

Berapa banyak artikel untuk literature review?

Jumlah artikel bergantung pada tujuan dan jenis review. Untuk tugas kuliah, beberapa artikel relevan bisa cukup. Untuk systematic literature review, jumlah artikel biasanya ditentukan melalui proses pencarian dan seleksi yang jelas.

Apakah literature review harus memakai sumber terbaru?

Sebaiknya menggunakan sumber terbaru, terutama untuk topik yang berkembang cepat. Namun, teori utama atau konsep klasik tetap bisa digunakan jika masih relevan.

Referensi

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association: The official guide to APA style (7th ed.). American Psychological Association.
  2. Aromataris, E., Lockwood, C., Porritt, K., Pilla, B., & Jordan, Z. (Eds.). (2024). JBI manual for evidence synthesis. JBI. doi:10.46658/JBIMES-24-01
  3. Booth, A., Sutton, A., Clowes, M., & Martyn-St James, M. (2021). Systematic approaches to a successful literature review (3rd ed.). SAGE.
  4. Donthu, N., Kumar, S., Mukherjee, D., Pandey, N., & Lim, W. M. (2021). How to conduct a bibliometric analysis: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 133, 285–296. doi:10.1016/j.jbusres.2021.04.070
  5. Hiebl, M. R. W. (2023). Sample selection in systematic literature reviews of management research. Organizational Research Methods, 26(2), 229–261. doi:10.1177/1094428120986851
  6. Kraus, S., Breier, M., Lim, W. M., Dabić, M., Kumar, S., Kanbach, D. K., Mukherjee, D., Corvello, V., Piñeiro-Chousa, J., Liguori, E., Palacios-Marqués, D., Schiavone, F., Ferraris, A., Fernandes, C., & Ferreira, J. J. (2022). Literature reviews as independent studies: Guidelines for academic practice. Review of Managerial Science, 16, 2577–2595. doi:10.1007/s11846-022-00588-8
  7. Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. doi:10.1136/bmj.n71
  8. Paul, J., & Criado, A. R. (2020). The art of writing literature review: What do we know and what do we need to know? International Business Review, 29(4), 101717. doi:10.1016/j.ibusrev.2020.101717
  9. Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. doi:10.1016/j.jbusres.2019.07.039
  10. Sukhera, J. (2022). Narrative reviews: Flexible, rigorous, and practical. Journal of Graduate Medical Education, 14(4), 414–417. doi:10.4300/JGME-D-22-00480.1