
Apa Itu PRISMA Flow Diagram
PRISMA flow diagram adalah diagram alur yang digunakan dalam penelitian systematic review untuk menunjukkan proses seleksi studi secara transparan dan sistematis.
Diagram ini mengikuti standar PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), yang membantu peneliti menjelaskan bagaimana data penelitian dipilih dari tahap awal pencarian hingga studi akhir yang digunakan.
Prisma flow diagram menjadi bagian penting dalam artikel ilmiah karena menunjukkan kredibilitas proses seleksi literatur, cek tools gratis kami untuk membuatnya: Prisma Flow Diagram Generator, tools gratis untuk membantu systematic review Anda.
Struktur Utama PRISMA Flow Diagram
Secara umum, prisma flow diagram terdiri dari 4 tahap utama:
- Identification
- Screening
- Eligibility
- Included studies
Keempat tahap ini menggambarkan perjalanan data dari ribuan artikel menjadi sejumlah studi yang benar-benar relevan.
Tutorial PRISMA Flow Diagram (Step by Step)
Pahami bagaimana tahapan membuat PRISMA Flow, perhatian sisi kanan dari generator untuk memahami tahapannya ya. Bagian ini menjelaskan alur PRISMA flow diagram secara lebih detail menggunakan contoh angka agar mudah dipahami, terutama untuk penelitian systematic review.
1. Identification (Pencarian Data Awal)
Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan seluruh artikel dari berbagai database seperti Scopus, PubMed, Google Scholar, dan sumber lainnya.

Contoh:
- Scopus: 500 artikel
- PubMed: 300 artikel
- Google Scholar: 800 artikel
- Database lain: 200 artikel
Total awal artikel yang ditemukan:
1.800 artikel
Tahap ini masih sangat mentah karena semua hasil pencarian dikumpulkan tanpa penyaringan.
2. Removal of Duplicates (Penghapusan Duplikat)
Setelah semua data terkumpul, langkah berikutnya adalah menghapus artikel yang sama (duplicate records).

Contoh:
- Artikel duplikat ditemukan: 400 artikel
a. Duplikat Dihapus (n = 400)
Duplikat terjadi karena artikel yang sama muncul di lebih dari satu database (misalnya Scopus dan Google Scholar).
Setelah dihapus:
- 1.800 – 400 = 1.400 records
b. Ineligible Otomatis (n = 0–tergantung penelitian)
Ini adalah artikel yang langsung tidak memenuhi syarat awal, misalnya:
- bukan artikel ilmiah
- bahasa tidak sesuai
- tahun publikasi di luar rentang
c. Dihapus Alasan Lain (n = 0–tergantung penelitian)
Biasanya termasuk:
- file tidak lengkap
- metadata tidak jelas
- akses artikel tidak tersedia
3. Screening (Seleksi Judul dan Abstrak)
Pada tahap ini, 1.400 artikel yang tersisa disaring berdasarkan judul dan abstrak.

Contoh hasil:
- Records Screened: 1.400
- Records Excluded: 900
Artinya:
- Artikel yang tidak relevan langsung dikeluarkan
Hasil akhir screening:
500 records lolos ke tahap berikutnya
Apa itu “Alasan Eksklusi Kelayakan”?
Ini adalah kolom untuk mencatat mengapa sebuah artikel dikeluarkan setelah dibaca lebih detail (biasanya full text).
Tujuannya adalah:
- menunjukkan transparansi seleksi artikel
- menjelaskan kenapa artikel tidak digunakan
- menjaga standar sistematic review tetap ilmiah
4. Eligibility (Full Text Assessment)
Pada tahap ini, 500 artikel yang tersisa dianalisis secara full text.
Contoh proses:
- Reports Assessed: 500
- Reports Excluded: 420
Alasan eksklusi (contoh yang bisa kamu isi di tool):
- Reason 1: metode tidak sesuai (n = 150)
- Reason 2: data tidak lengkap (n = 120)
- Reason 3: tidak sesuai variabel penelitian (n = 100)
- Reason 4: bukan jurnal empiris (n = 50)
Hasil akhir: 80 studies lolos eligibility
5. Included Studies (Studi yang Diinklusi)
Tahap terakhir adalah artikel yang benar-benar digunakan dalam penelitian.

Contoh:
- Studies Included: 80
- Reports Included: 80
Jika menggunakan meta-analisis:
- Studies in Meta-Analysis: misalnya 60
Langkah Terakhir: Download Hasil Diagram
Langkah terakhir adalah mendownload hasil diagram Anda, kami menyediakan 2 versi file, yaitu SVG dan PNG (High Resolution), klik button di pojok kiri atas untuk mendownloadnya, hasilnya bisa langsung Anda gunakan, ya.

Ringkasan Alur PRISMA (Contoh Lengkap)
- Identification: 1.800
- Duplicates removed: 400
- Screening: 1.400 → 500
- Eligibility: 500 → 80
- Included: 80
- Meta-analysis (opsional): 60
- Download Hasil
Kesimpulan
PRISMA Flow Diagram membantu peneliti menjelaskan proses seleksi literatur secara transparan, sistematis, dan sesuai standar jurnal internasional. Dengan menggunakan struktur seperti di atas, peneliti bisa dengan mudah menjelaskan bagaimana data dikumpulkan, disaring, hingga akhirnya digunakan dalam analisis.
Catatan
Untuk mempermudah pembuatan PRISMA Flow Diagram tanpa hitung manual, kamu bisa gunakan tools berikut:
Tools ini otomatis membantu:
- input database (Scopus, PubMed, dll)
- menghitung screening & eligibility
- menghasilkan diagram PRISMA siap pakai untuk jurnal
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu PRISMA flow diagram?
PRISMA flow diagram adalah diagram yang menunjukkan alur seleksi artikel dalam systematic review, mulai dari pencarian hingga artikel yang akhirnya digunakan.
Untuk apa PRISMA digunakan?
PRISMA digunakan untuk menunjukkan proses seleksi literatur secara transparan dan sistematis dalam penelitian ilmiah.
Siapa yang menggunakan PRISMA flow diagram?
Biasanya digunakan oleh peneliti, mahasiswa S2/S3, dosen, dan penulis jurnal ilmiah terutama pada systematic review dan meta-analisis.
Apakah PRISMA wajib dalam penelitian?
Tidak selalu wajib, tetapi sangat disarankan untuk systematic review karena sudah menjadi standar internasional jurnal.
Apa saja tahap dalam PRISMA?
Tahap utama PRISMA adalah identification, screening, eligibility, dan included studies.
Berapa jumlah artikel yang biasanya masuk PRISMA?
Jumlahnya bervariasi, tergantung hasil pencarian awal dan proses seleksi, bisa dari ribuan hingga puluhan artikel.
Apakah PRISMA hanya untuk penelitian kuantitatif?
Tidak. PRISMA bisa digunakan untuk systematic review baik kuantitatif maupun kualitatif.
Apakah PRISMA harus pakai tools?
Tidak wajib, tapi tools seperti PRISMA Flow Diagram Generator bisa mempercepat proses dan mengurangi kesalahan perhitungan.




