
Rumus sampel penelitian digunakan untuk menentukan berapa banyak responden atau unit data yang perlu diambil dari populasi. Jumlah sampel yang tepat dalam penelitian kuantitatif sangat penting karena dapat memengaruhi kualitas data, ketepatan analisis, dan kekuatan kesimpulan penelitian.
Sampel yang terlalu kecil dapat membuat hasil penelitian kurang mewakili populasi. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar bisa membuang waktu, tenaga, dan biaya, terutama jika penelitian dilakukan dengan sumber daya terbatas. Karena itu, peneliti perlu memahami cara menentukan sampel dengan benar.
Artikel ini membahas pengertian sampel penelitian, perbedaan jenis sampel penelitian, rumus sampel yang sering digunakan, contoh perhitungan, dan tips memilih rumus yang sesuai dengan kebutuhan riset.
Apa Itu Sampel Penelitian?
Sampel penelitian adalah sebagian anggota populasi yang dipilih untuk dijadikan sumber data. Sampel digunakan ketika peneliti tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi karena jumlahnya terlalu besar, waktu terbatas, biaya terbatas, atau akses data tidak sepenuhnya tersedia.
Contoh sederhana:
Jika populasi penelitian adalah 1.000 mahasiswa aktif di sebuah universitas, peneliti mungkin tidak perlu meneliti semuanya. Peneliti dapat mengambil 286 mahasiswa sebagai sampel, selama teknik pengambilannya sesuai dan jumlahnya cukup mewakili populasi.
Sampel berbeda dari populasi ya, populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi tersebut. Jika Anda ingin memahami konsep dasarnya terlebih dahulu, baca juga artikel Populasi Penelitian.
Mengapa Rumus Sampel Penelitian Urgent?
Rumus sampel penelitian membantu peneliti menentukan jumlah responden secara lebih terukur. Tanpa dasar perhitungan, penentuan sampel sering hanya berdasarkan perkiraan, kebiasaan, atau mengikuti penelitian sebelumnya tanpa mempertimbangkan konteks.
Rumus sampel penting karena membantu peneliti:
- menentukan jumlah responden yang proporsional;
- menghindari jumlah sampel yang terlalu kecil;
- membuat metode penelitian lebih kuat;
- menjelaskan alasan jumlah sampel dalam skripsi, tesis, disertasi, atau artikel jurnal;
- meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap proses penelitian.
Reviewer jurnal biasanya juga memperhatikan apakah jumlah sampel masuk akal dan sesuai dengan teknik analisis yang digunakan.
Perbedaan Populasi dan Sampel
Sebelum menggunakan rumus sampel, peneliti perlu membedakan populasi dan sampel.
| Aspek | Populasi | Sampel |
|---|---|---|
| Pengertian | Keseluruhan subjek atau objek penelitian | Sebagian dari populasi yang diteliti |
| Fungsi | Menjadi sasaran umum penelitian | Menjadi sumber data utama |
| Jumlah | Bisa besar atau kecil | Biasanya lebih kecil dari populasi |
| Contoh | Seluruh siswa kelas XI SMA X | 120 siswa kelas XI yang dipilih sebagai responden |
Contoh:
Populasi: seluruh guru SMP di Kota Bandung.
Sampel: 200 guru SMP di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling.
Jenis Sampel Penelitian
Sebelum menentukan jumlah sampel, peneliti perlu memahami jenis sampel penelitian. Secara umum, teknik pengambilan sampel dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama atau peluang yang dapat dihitung kepada setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel. Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kuantitatif yang ingin menghasilkan generalisasi.
a. Simple Random Sampling
Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.
Contoh:
Dari 500 mahasiswa, peneliti memilih 200 mahasiswa secara acak menggunakan random number generator.
Teknik ini cocok jika populasi relatif homogen dan daftar anggota populasi tersedia.
b. Stratified Random Sampling
Stratified random sampling digunakan ketika populasi memiliki kelompok atau strata tertentu. Peneliti membagi populasi ke dalam strata, lalu mengambil sampel dari setiap strata.
Contoh:
Penelitian terhadap mahasiswa dari semester 2, 4, 6, dan 8. Sampel diambil secara proporsional dari setiap semester.
Teknik ini cocok untuk populasi yang heterogen dan memiliki kelompok yang perlu terwakili.
c. Cluster Sampling
Cluster sampling digunakan ketika populasi tersebar dalam kelompok alami, seperti kelas, sekolah, desa, atau wilayah. Peneliti memilih beberapa cluster, lalu mengambil data dari anggota cluster tersebut.
Contoh:
Peneliti ingin meneliti siswa SMA di satu kota. Karena jumlah sekolah banyak, peneliti memilih beberapa sekolah sebagai cluster.
Teknik ini berguna jika populasi luas dan sulit membuat daftar semua anggota.
d. Systematic Sampling
Systematic sampling dilakukan dengan memilih sampel berdasarkan interval tertentu dari daftar populasi.
Contoh:
Dari daftar 1.000 mahasiswa, peneliti memilih setiap mahasiswa ke-5 sebagai sampel.
Teknik ini mudah dilakukan, tetapi daftar populasi tidak boleh memiliki pola yang dapat menimbulkan bias.
2. Non-Probability Sampling
Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi. Teknik ini sering digunakan ketika peneliti tidak memiliki daftar populasi lengkap atau ketika penelitian lebih menekankan kriteria tertentu.
a. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Contoh:
Peneliti memilih guru yang sudah menggunakan platform pembelajaran digital minimal satu tahun.
Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif, studi kasus, atau penelitian dengan informan khusus.
Convenience Sampling
Convenience sampling memilih sampel berdasarkan kemudahan akses.
Contoh:
Peneliti menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa yang mudah dijangkau.
Teknik ini praktis, tetapi generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati karena sampel mungkin tidak mewakili populasi.
b. Snowball Sampling
Snowball sampling digunakan ketika responden sulit ditemukan. Peneliti memulai dari beberapa responden awal, lalu meminta mereka merekomendasikan responden lain.
Contoh:
Penelitian tentang komunitas profesional tertentu yang anggotanya tidak mudah diakses.
Teknik ini sering digunakan untuk populasi khusus atau tersembunyi.
Quota Sampling
Quota sampling dilakukan dengan menentukan jumlah sampel berdasarkan kategori tertentu, tetapi pemilihannya tidak dilakukan secara acak.
Contoh:
Peneliti menetapkan 50 responden laki-laki dan 50 responden perempuan, lalu mencari responden sampai kuota terpenuhi.
Perbedaan Probability dan Non-Probability Sampling
| Aspek | Probability Sampling | Non-Probability Sampling |
|---|---|---|
| Peluang terpilih | Dapat diketahui atau sama | Tidak sama atau tidak diketahui |
| Cocok untuk | Penelitian kuantitatif dan generalisasi | Penelitian eksploratif, kualitatif, atau populasi sulit dijangkau |
| Contoh teknik | Simple random, stratified, cluster, systematic | Purposive, convenience, snowball, quota |
| Kelebihan | Lebih representatif | Lebih praktis dan fleksibel |
| Keterbatasan | Membutuhkan daftar populasi | Risiko bias lebih tinggi |
Rumus Sampel Penelitian yang Sering Digunakan
Ada beberapa rumus sampel penelitian yang umum digunakan. Pilihan rumus bergantung pada ukuran populasi, tujuan penelitian, tingkat kesalahan, dan pendekatan analisis.
1. Rumus Slovin
Rumus Slovin sering digunakan ketika jumlah populasi diketahui dan peneliti ingin menentukan jumlah sampel dengan margin of error tertentu.
Rumus:
n = N / (1 + N(e²))
Keterangan:
- n = jumlah sampel
- N = jumlah populasi
- e = margin of error atau tingkat kesalahan
Contoh:
Populasi penelitian berjumlah 1.000 orang. Peneliti menggunakan margin of error 5% atau 0,05.
n = 1000 / (1 + 1000(0,05²))
n = 1000 / (1 + 1000(0,0025))
n = 1000 / (1 + 2,5)
n = 1000 / 3,5
n = 285,71
Jumlah sampel dibulatkan menjadi 286 responden.
Rumus Slovin praktis dan mudah digunakan. Namun, peneliti tetap perlu menjelaskan alasan memilih margin of error.
2. Rumus Cochran
Rumus Cochran sering digunakan untuk populasi besar atau tidak diketahui secara pasti. Rumus ini cocok untuk survei dengan proporsi.
Rumus dasar Cochran:
n₀ = (Z²pq) / e²
Keterangan:
- n₀ = jumlah sampel awal
- Z = nilai Z berdasarkan tingkat kepercayaan
- p = proporsi populasi yang diperkirakan memiliki karakteristik tertentu
- q = 1 – p
- e = margin of error
Jika tingkat kepercayaan 95%, nilai Z biasanya 1,96. Jika proporsi belum diketahui, p dapat menggunakan 0,5 agar menghasilkan sampel maksimum.
Contoh:
Z = 1,96
p = 0,5
q = 0,5
e = 0,05
n₀ = (1,96² x 0,5 x 0,5) / 0,05²
n₀ = (3,8416 x 0,25) / 0,0025
n₀ = 0,9604 / 0,0025
n₀ = 384,16
Jumlah sampel dibulatkan menjadi 385 responden.
Rumus Cochran sering digunakan jika populasi sangat besar atau tidak diketahui jumlah pastinya.
3. Rumus Krejcie dan Morgan
Krejcie dan Morgan mengembangkan tabel penentuan sampel berdasarkan ukuran populasi tertentu. Tabel ini sering digunakan dalam penelitian survei karena praktis.
Contoh umum:
| Populasi | Sampel Menurut Krejcie dan Morgan |
|---|---|
| 100 | 80 |
| 500 | 217 |
| 1.000 | 278 |
| 2.000 | 322 |
| 5.000 | 357 |
| 10.000 | 370 |
Jika populasi penelitian berjumlah 1.000 orang, jumlah sampel yang dapat digunakan adalah sekitar 278 responden.
Tabel ini membantu peneliti yang ingin menentukan sampel tanpa menghitung manual, tetapi tetap menggunakan dasar statistik.
4. Rumus Isaac dan Michael
Rumus atau tabel Isaac dan Michael juga sering digunakan dalam penelitian pendidikan dan sosial. Tabel ini menyediakan jumlah sampel berdasarkan populasi dan tingkat kesalahan tertentu, misalnya 1%, 5%, atau 10%.
Tabel ini praktis jika peneliti sudah mengetahui jumlah populasi dan ingin memilih tingkat kesalahan sesuai kebutuhan penelitian.
5. Rumus Lemeshow
Rumus Lemeshow sering digunakan dalam penelitian kesehatan atau survei ketika populasi tidak diketahui. Secara konsep, rumus ini mirip dengan perhitungan sampel berbasis proporsi.
Rumus:
n = (Z²P(1-P)) / d²
Keterangan:
- n = jumlah sampel
- Z = nilai Z berdasarkan tingkat kepercayaan
- P = proporsi estimasi
- d = presisi atau margin of error
Jika proporsi tidak diketahui, P sering menggunakan 0,5.
Cara Memilih Rumus Sampel Penelitian
Tidak semua rumus cocok untuk semua penelitian. Pilih rumus berdasarkan kondisi penelitian.
| Kondisi Penelitian | Rumus yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|
| Populasi diketahui dan ingin rumus sederhana | Slovin |
| Populasi besar atau tidak diketahui | Cochran atau Lemeshow |
| Ingin menggunakan tabel praktis | Krejcie dan Morgan |
| Penelitian pendidikan dengan populasi diketahui | Isaac dan Michael atau Krejcie Morgan |
| Penelitian eksperimen | Pertimbangkan power analysis |
| Penelitian kualitatif | Tidak fokus pada rumus, tetapi pada kedalaman data dan saturasi |
Untuk penelitian eksperimen atau analisis statistik tertentu, jumlah sampel sebaiknya tidak hanya ditentukan dengan Slovin. Peneliti dapat mempertimbangkan effect size, power, jumlah kelompok, dan teknik analisis.
Contoh Perhitungan Rumus Sampel Penelitian
Contoh 1: Menggunakan Rumus Slovin
Populasi: 750 mahasiswa
Margin of error: 5%
n = N / (1 + N(e²))
n = 750 / (1 + 750(0,05²))
n = 750 / (1 + 750(0,0025))
n = 750 / (1 + 1,875)
n = 750 / 2,875
n = 260,86
Jumlah sampel dibulatkan menjadi 261 responden.
Contoh 2: Menggunakan Rumus Cochran
Populasi tidak diketahui. Peneliti menggunakan confidence level 95%, p = 0,5, q = 0,5, dan margin of error 5%.
n₀ = (Z²pq) / e²
n₀ = (1,96² x 0,5 x 0,5) / 0,05²
n₀ = 384,16
Jumlah sampel dibulatkan menjadi 385 responden.
Contoh 3: Menggunakan Tabel Krejcie dan Morgan
Populasi: 2.000 responden
Berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan, sampel yang disarankan sekitar 322 responden.
Rumus Sampel untuk Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, peneliti biasanya tidak menggunakan rumus sampel seperti Slovin atau Cochran. Penelitian kualitatif lebih menekankan kedalaman data, relevansi informan, dan saturasi.
Sampel dalam penelitian kualitatif sering disebut partisipan atau informan. Teknik yang umum digunakan adalah purposive sampling, snowball sampling, atau theoretical sampling.
Contoh:
Penelitian fenomenologi dapat menggunakan 6 sampai 15 partisipan, tergantung kedalaman data.
Studi kasus dapat menggunakan sedikit partisipan, tetapi didukung wawancara, observasi, dan dokumen.
Grounded theory dapat membutuhkan lebih banyak partisipan sampai kategori atau teori mulai terbentuk.
Jika penelitian Anda menggunakan pendekatan kualitatif, baca juga artikel Metode Penelitian Kualitatif.
Contoh Penulisan Sampel dalam Metode Penelitian
Berikut contoh kalimat yang bisa digunakan dalam artikel atau skripsi.
Contoh 1: Rumus Slovin
“Populasi penelitian ini adalah 750 mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 261 responden. Sampel dipilih menggunakan proportional random sampling berdasarkan angkatan.”
Contoh 2: Rumus Cochran
“Karena jumlah populasi pengguna aplikasi tidak diketahui secara pasti, jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran dengan tingkat kepercayaan 95%, proporsi 0,5, dan margin of error 5%. Hasil perhitungan menunjukkan jumlah sampel minimum sebanyak 385 responden.”
Contoh 3: Penelitian Kualitatif
“Informan penelitian dipilih menggunakan purposive sampling. Kriteria informan adalah guru sekolah dasar yang telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi minimal satu semester. Jumlah informan ditentukan berdasarkan kecukupan dan kedalaman data.”
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu rumus sampel penelitian?
Rumus sampel penelitian adalah rumus yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel atau responden yang perlu diambil dari populasi agar penelitian memiliki dasar perhitungan yang jelas.
Rumus sampel apa yang paling sering digunakan?
Rumus yang sering digunakan antara lain Slovin, Cochran, Krejcie dan Morgan, Isaac dan Michael, serta Lemeshow. Pilihan rumus tergantung pada kondisi populasi dan tujuan penelitian.
Kapan menggunakan rumus Slovin?
Rumus Slovin dapat digunakan ketika jumlah populasi diketahui dan peneliti ingin menentukan jumlah sampel dengan margin of error tertentu.
Kapan menggunakan rumus Cochran?
Rumus Cochran cocok digunakan ketika populasi sangat besar atau tidak diketahui secara pasti, terutama pada penelitian survei berbasis proporsi.
Apakah penelitian kualitatif menggunakan rumus sampel?
Umumnya tidak. Penelitian kualitatif lebih menekankan kedalaman data, relevansi informan, dan saturasi, bukan jumlah sampel berdasarkan rumus statistik.
Apa perbedaan probability sampling dan non-probability sampling?
Probability sampling memberi peluang yang dapat diketahui kepada anggota populasi untuk terpilih. Non-probability sampling tidak memberi peluang yang sama dan biasanya dipilih berdasarkan kriteria, kemudahan akses, atau kebutuhan penelitian.
Apakah semakin banyak sampel semakin baik?
Tidak selalu. Sampel yang besar dapat meningkatkan presisi, tetapi harus sesuai dengan tujuan penelitian, populasi, teknik sampling, analisis, waktu, dan biaya. Sampel besar yang tidak representatif tetap dapat menghasilkan kesimpulan yang lemah.
Berapa margin of error yang umum digunakan?
Margin of error yang sering digunakan adalah 5% atau 0,05. Namun, beberapa penelitian menggunakan 1% atau 10% tergantung kebutuhan presisi dan sumber daya penelitian.
Referensi
- Cochran, W. G. (1977). Sampling techniques (3rd ed.). John Wiley & Sons.
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
- Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2021). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (6th ed.). Pearson.
- Fowler, F. J. (2014). Survey research methods (5th ed.). SAGE Publications.
- Kish, L. (1965). Survey sampling. John Wiley & Sons.
- Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970). Determining sample size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30(3), 607–610. https://doi.org/10.1177/001316447003000308
- Lohr, S. L. (2022). Sampling: Design and analysis (3rd ed.). CRC Press.
- Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson.
- Taherdoost, H. (2016). Sampling methods in research methodology: How to choose a sampling technique for research. International Journal of Academic Research in Management, 5(2), 18–27. https://doi.org/10.2139/ssrn.3205035
- Yamane, T. (1967). Statistics: An introductory analysis (2nd ed.). Harper & Row.




