
Jurnal ilmu pendidikan menjadi salah satu ruang penting bagi dosen, guru, peneliti, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun gagasan ilmiah. Melalui jurnal ini, berbagai temuan tentang pembelajaran, kurikulum, teknologi pendidikan, asesmen, kebijakan, dan inovasi sekolah dapat dibaca oleh komunitas akademik yang lebih luas.
Bagi penulis terutama penulis yang baru terjun dalam penelitian, publikasi di jurnal ilmu pendidikan bukan hanya soal memenuhi syarat akademik. Artikel yang terbit juga dapat menjadi kontribusi nyata untuk memperbaiki praktik pendidikan, memperkuat kebijakan, dan membuka diskusi baru tentang tantangan pembelajaran di lapangan.
Masalahnya banyak naskah pendidikan ditolak bukan karena topiknya tidak menarik, tetapi karena artikel belum sesuai dengan fokus jurnal, metode kurang jelas, referensi lemah, atau pembahasan belum menunjukkan kontribusi. Artikel ini membahas apa itu jurnal ilmu pendidikan, topik yang relevan, jenis artikel yang bisa dikirim, serta tips agar naskah lebih siap untuk publikasi.
Apa Itu Jurnal Ilmu Pendidikan?
Jurnal ilmu pendidikan adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel tentang teori, praktik, kebijakan, inovasi, dan penelitian dalam bidang pendidikan. Artikel yang diterbitkan dapat berasal dari penelitian kuantitatif, kualitatif, mixed methods, studi kasus, literature review, systematic review, atau artikel konseptual.
Jurnal ini biasanya membahas isu-isu seperti proses pembelajaran, strategi mengajar, pengembangan kurikulum, evaluasi pendidikan, teknologi pembelajaran, pendidikan inklusif, manajemen pendidikan, pendidikan karakter, hingga transformasi pendidikan di era digital.
Jurnal ilmu pendidikan dapat berbentuk jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, atau jurnal internasional. Jika ingin memahami perbedaannya, Anda dapat membaca artikel Jurnal Nasional dan Jurnal Nasional Terakreditasi.
Topik yang Relevan untuk Jurnal Ilmu Pendidikan
Topik dalam jurnal ilmu pendidikan sangat luas. Namun, penulis tetap perlu memilih topik yang spesifik dan memiliki kontribusi yang jelas.
Beberapa topik yang relevan antara lain:
| Bidang Topik | Contoh Pembahasan |
|---|---|
| Pembelajaran dan pedagogi | Strategi pembelajaran aktif, problem-based learning, project-based learning, blended learning |
| Kurikulum | Implementasi kurikulum, evaluasi kurikulum, kurikulum berbasis kompetensi |
| Teknologi pendidikan | E-learning, LMS, AI dalam pendidikan, media pembelajaran digital |
| Evaluasi dan asesmen | Asesmen autentik, asesmen formatif, evaluasi hasil belajar |
| Pendidikan inklusif | Aksesibilitas pembelajaran, kebutuhan khusus, keadilan pendidikan |
| Manajemen pendidikan | Kepemimpinan sekolah, tata kelola pendidikan, pengembangan institusi |
| Pendidikan tinggi | Publikasi ilmiah mahasiswa, pembelajaran di perguruan tinggi, pengembangan dosen |
| Pendidikan vokasi | Link and match, keterampilan kerja, pembelajaran berbasis industri |
| Pendidikan karakter | Etika, nilai, literasi sosial, pendidikan moral |
| Kebijakan pendidikan | Evaluasi kebijakan, transformasi digital, pemerataan akses pendidikan |
Topik yang baik biasanya tidak terlalu umum. Misalnya, “penggunaan teknologi dalam pembelajaran” masih terlalu luas. Topik tersebut bisa dibuat lebih tajam menjadi “penggunaan learning management system untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa pada pembelajaran blended learning”.
Jenis Artikel yang Bisa Dikirim ke Jurnal Ilmu Pendidikan
Setiap jurnal memiliki ketentuan berbeda, tetapi beberapa jenis artikel berikut umum ditemukan dalam jurnal ilmu pendidikan.
1. Artikel Penelitian
Artikel penelitian memuat hasil riset empiris. Penelitian dapat menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mixed methods.
Contoh judul:
“Pengaruh Model Project-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah”
“Pengalaman Guru dalam Menggunakan AI sebagai Alat Bantu Pembelajaran”
Jika menggunakan pendekatan kualitatif, penulis perlu menjelaskan desain, partisipan, teknik pengumpulan data, dan proses analisis secara rinci. Panduan terkait dapat dibaca di artikel Metode Penelitian Kualitatif.
2. Literature Review
Literature review membahas perkembangan penelitian terdahulu pada topik tertentu. Artikel jenis ini tidak hanya merangkum sumber, tetapi juga menunjukkan pola, perbedaan temuan, celah riset, dan arah penelitian berikutnya.
Contoh topik:
“Tren Penelitian Blended Learning dalam Pendidikan Tinggi”
“Perkembangan Studi tentang Asesmen Formatif di Sekolah Dasar”
3. Systematic Review atau Scoping Review
Systematic review dan scoping review cocok untuk penulis yang ingin memetakan literatur secara lebih sistematis. Artikel jenis ini biasanya menjelaskan strategi pencarian, kriteria inklusi-eksklusi, proses seleksi artikel, dan hasil pemetaan literatur.
Topik seperti teknologi pendidikan, AI dalam pembelajaran, atau pendidikan inklusif sangat cocok dikaji dengan pendekatan ini.
4. Studi Kasus
Studi kasus membahas satu kasus pendidikan secara mendalam, misalnya satu sekolah, satu program, satu komunitas belajar, atau satu kebijakan di institusi tertentu.
Contoh:
“Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Studi Kasus pada Sekolah Penggerak”
5. Artikel Konseptual
Artikel konseptual menawarkan gagasan, model, atau kerangka berpikir berbasis literatur. Artikel ini cocok untuk penulis yang ingin mengembangkan perspektif teoretis atau merumuskan model pembelajaran tertentu.
Struktur Artikel untuk Jurnal Ilmu Pendidikan
Artikel penelitian dalam jurnal ilmu pendidikan umumnya mengikuti struktur ilmiah yang rapi. Salah satu format yang sering digunakan adalah IMRaD, yaitu Introduction, Methods, Results, and Discussion.
Struktur dasarnya dapat dibuat seperti ini:
| Bagian | Isi Utama |
|---|---|
| Judul | Spesifik, ringkas, dan mencerminkan isi artikel |
| Abstrak | Tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan |
| Pendahuluan | Latar belakang, gap penelitian, tujuan, dan kontribusi |
| Metode | Desain penelitian, partisipan, instrumen, prosedur, dan analisis |
| Hasil | Temuan utama yang disajikan secara sistematis |
| Pembahasan | Interpretasi hasil dan kaitannya dengan studi terdahulu |
| Kesimpulan | Ringkasan temuan, implikasi, dan saran |
| Referensi | Sumber yang dikutip dalam artikel |
Untuk penjelasan lebih lengkap tentang struktur artikel, baca panduan Struktur IMRaD dalam Artikel Ilmiah.
Cara Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmu Pendidikan
1. Mulai dari Masalah yang Nyata
Artikel pendidikan akan lebih kuat jika berangkat dari masalah nyata. Misalnya, rendahnya keterlibatan siswa, kesulitan guru menggunakan teknologi, lemahnya literasi membaca, atau tantangan asesmen di kelas.
Masalah yang nyata perlu didukung data. Data bisa berasal dari hasil observasi, survei, wawancara, laporan institusi, kebijakan, atau penelitian terdahulu.
2. Tunjukkan Gap Penelitian
Gap penelitian menjelaskan apa yang belum dibahas oleh studi sebelumnya. Tanpa gap, artikel terlihat hanya mengulang penelitian lama.
Contoh gap:
“Banyak penelitian membahas efektivitas blended learning, tetapi belum banyak yang meneliti bagaimana guru di sekolah daerah mengadaptasi blended learning dengan keterbatasan infrastruktur digital.”
Kalimat seperti ini membantu pembaca memahami posisi artikel.
3. Gunakan Metode yang Sesuai
Metode harus sesuai dengan tujuan penelitian. Jika ingin mengukur pengaruh, pendekatan kuantitatif bisa digunakan. Jika ingin memahami pengalaman guru atau siswa, pendekatan kualitatif lebih tepat. Jika ingin mendapatkan gambaran angka sekaligus penjelasan mendalam, mixed methods dapat dipertimbangkan.
Jangan memilih metode hanya karena mudah. Pilih metode karena memang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian.
4. Sajikan Hasil dengan Jelas
Bagian hasil harus menjawab tujuan penelitian. Untuk penelitian kuantitatif, gunakan tabel atau grafik yang mudah dibaca. Untuk penelitian kualitatif, sajikan tema, kategori, pola, atau kutipan partisipan secara selektif.
Hindari menumpuk data tanpa penjelasan, karena hasil yang baik harus teratur dan mudah diikuti.
5. Buat Pembahasan yang Analitis
Pembahasan bukan tempat mengulang hasil. Bagian ini harus menjelaskan makna temuan, hubungan dengan teori, perbandingan dengan penelitian sebelumnya, dan implikasi bagi praktik pendidikan.
Misalnya jika hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran meningkatkan motivasi siswa, jelaskanlah oleh kita mengapa hal itu bisa terjadi, bagaimana kaitannya dengan teori belajar, dan apa implikasinya bagi guru.
6. Rapikan Abstrak
Abstrak adalah bagian yang sering dibaca lebih dulu oleh editor dan reviewer. Pastikan abstrak memuat tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan.
Panduan lengkapnya dapat dibaca di artikel Cara Menulis Abstrak.
Tips Memilih Jurnal Ilmu Pendidikan
Memilih jurnal tidak boleh asal. Artikel yang baik tetap bisa ditolak jika tidak sesuai dengan scope jurnal.
Perhatikan beberapa hal berikut:
- Cek focus and scope jurnal.
- Baca artikel yang sudah terbit.
- Periksa status indeksasi atau akreditasi.
- Pastikan author guidelines jelas.
- Cek template artikel.
- Perhatikan gaya sitasi.
- Lihat biaya publikasi jika ada.
- Pastikan proses peer review dijelaskan.
- Hindari jurnal yang menjanjikan publikasi terlalu cepat.
- Pastikan website jurnal aktif dan kredibel.
Jika menargetkan jurnal nasional, cek statusnya melalui SINTA. Panduan praktisnya dapat dilihat di artikel Cara Cek Peringkat Jurnal SINTA.
Contoh Jurnal Ilmu Pendidikan dari Kalam Practica Media
Salah satu jurnal yang relevan dengan bidang pendidikan adalah Educational Innovation and Learning Transformation (EILT).
EILT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan oleh Kalam Practica Media. Jurnal ini berfokus pada inovasi pendidikan, transformasi pembelajaran, praktik pedagogis berbasis bukti, teknologi pendidikan, dan hubungan antara hasil riset dengan implementasi di lapangan.
Topik yang relevan untuk EILT mencakup:
- inovasi pembelajaran;
- teknologi pendidikan;
- desain instruksional;
- learning analytics;
- blended learning;
- AI dalam pendidikan;
- asesmen autentik;
- pengembangan guru;
- kebijakan pendidikan;
- evaluasi program pendidikan;
- transformasi pendidikan tinggi;
- reskilling dan upskilling.
Klik untuk akses Website jurnal

Sebelum submit, penulis perlu register atau login terlebih dahulu.
Contoh Ide Judul Artikel Jurnal Ilmu Pendidikan
Berikut beberapa contoh ide judul yang bisa dikembangkan:
- Pengaruh Blended Learning terhadap Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring.
- Pengalaman Guru dalam Menggunakan Artificial Intelligence untuk Menyusun Materi Ajar.
- Implementasi Asesmen Autentik dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.
- Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa.
- Analisis Hambatan Guru dalam Mengintegrasikan Teknologi Digital di Kelas.
- Peran Learning Analytics dalam Meningkatkan Retensi Mahasiswa.
- Evaluasi Program Pelatihan Guru Berbasis Komunitas Praktik.
- Model Pembelajaran Inklusif untuk Siswa dengan Kebutuhan Khusus.
- Pengembangan Instrumen Student Engagement pada Pembelajaran Online.
- Systematic Review tentang Penggunaan AI dalam Pendidikan Tinggi.
Kesalahan Umum Saat Submit ke Jurnal Ilmu Pendidikan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- topik terlalu umum;
- tidak ada gap penelitian;
- metode tidak dijelaskan dengan rinci;
- hasil tidak menjawab tujuan penelitian;
- pembahasan hanya mengulang hasil;
- referensi terlalu sedikit atau kurang mutakhir;
- artikel tidak mengikuti template jurnal;
- abstrak tidak memuat hasil;
- similarity terlalu tinggi;
- mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai scope;
- tidak membaca author guidelines.
Kesalahan ini bisa dicegah dengan persiapan yang lebih teliti sebelum submit.
Checklist Sebelum Submit ke Jurnal Ilmu Pendidikan
| Hal yang Dicek | Status |
|---|---|
| Topik sesuai dengan scope jurnal | ☐ |
| Judul sudah spesifik | ☐ |
| Abstrak memuat tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan | ☐ |
| Gap penelitian sudah jelas | ☐ |
| Metode sesuai dengan tujuan penelitian | ☐ |
| Hasil disajikan secara sistematis | ☐ |
| Pembahasan terhubung dengan literatur | ☐ |
| Referensi relevan dan mutakhir | ☐ |
| Sitasi dan daftar pustaka sudah rapi | ☐ |
| Template jurnal sudah digunakan | ☐ |
| Similarity sudah dicek | ☐ |
| Naskah tidak sedang dikirim ke jurnal lain | ☐ |
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com
FAQ
Apa itu jurnal ilmu pendidikan?
Jurnal ilmu pendidikan adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel tentang pembelajaran, kurikulum, teknologi pendidikan, asesmen, kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran, manajemen pendidikan, dan isu lain dalam bidang pendidikan.
Siapa yang bisa menulis di jurnal ilmu pendidikan?
Dosen, guru, peneliti, mahasiswa, praktisi pendidikan, pengambil kebijakan, dan pemerhati pendidikan dapat menulis di jurnal ilmu pendidikan selama naskahnya sesuai dengan focus and scope jurnal.
Apakah artikel dari skripsi bisa masuk jurnal ilmu pendidikan?
Bisa. Namun, skripsi perlu diubah menjadi artikel jurnal. Bagian yang terlalu panjang perlu diringkas, metode diperjelas, hasil dipilih yang paling penting, dan pembahasan diperkuat dengan referensi yang relevan.
Apakah jurnal ilmu pendidikan harus menggunakan metode kuantitatif?
Tidak. Artikel jurnal ilmu pendidikan dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, mixed methods, studi kasus, literature review, systematic review, atau artikel konseptual, tergantung tujuan tulisan.
Bagaimana cara memilih jurnal ilmu pendidikan yang tepat?
Pilih jurnal yang scope-nya sesuai dengan artikel. Cek juga status akreditasi atau indeksasi, author guidelines, template, proses review, biaya publikasi, dan artikel yang sudah terbit sebelumnya.
Apakah EILT menerima artikel tentang pendidikan?
Ya. Educational Innovation and Learning Transformation (EILT) menerima artikel tentang inovasi pendidikan, transformasi pembelajaran, teknologi pendidikan, pedagogi berbasis bukti, evaluasi program, dan topik pendidikan lain yang relevan.
Apakah artikel jurnal ilmu pendidikan harus memiliki data?
Untuk artikel penelitian, data sangat penting. Untuk artikel konseptual atau literature review, penulis tetap perlu menggunakan rujukan ilmiah yang kuat agar argumennya dapat dipertanggungjawabkan.
Bagaimana agar artikel lebih berpeluang diterima?
Pastikan topik sesuai scope jurnal, metode jelas, referensi kuat, abstrak rapi, pembahasan analitis, dan naskah mengikuti template jurnal. Jangan lupa cek similarity sebelum submit.




