Pendahuluan Artikel Ilmiah: Isi, Struktur, Cara Membuat & Contoh

Pendahuluan Artikel Ilmiah

Pendahuluan artikel ilmiah (introduction) adalah bagian awal yang menjelaskan alasan sebuah penelitian atau kajian perlu dilakukan. Bagian ini membantu pembaca memahami latar belakang masalah, konteks penelitian, kesenjangan kajian, tujuan, dan arah pembahasan artikel, Anda bisa baca dulu sebagai gambaran artikel kami tentang Cara Menulis Abstrak, supaya materinya bisa dicerna lebih jelas.

Pendahuluan dalam artikel ilmiah tidak ditulis sekadar sebagai pembuka saja. Isinya harus terarah, logis, dan mampu menunjukkan bahwa topik yang dibahas memang penting. Penulis perlu menyusun bagian ini dengan jelas sejak paragraf pertama.

Banyak artikel ditolak bukan karena topiknya lemah, tetapi karena pendahuluannya tidak menjelaskan masalah secara kuat, dan memahami struktur pendahuluan artikel ilmiah menjadi langkah penting sebelum menulis naskah untuk jurnal.

Apa Itu Pendahuluan Artikel Ilmiah?

Pendahuluan artikel ilmiah adalah bagian yang memperkenalkan topik, masalah, alasan penelitian dilakukan, dan tujuan artikel. Bagian ini menjadi dasar bagi pembaca untuk memahami mengapa penelitian tersebut penting.

Pendahuluan biasanya berisi uraian dari hal umum ke hal khusus dalam penulisan akademik. Penulis memulai dari konteks besar, lalu mengarah pada masalah utama, kesenjangan penelitian, dan tujuan kajian.

Isi Pendahuluan Artikel Ilmiah

Isi pendahuluan artikel ilmiah umumnya mencakup beberapa bagian utama sebegai berikut.

Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan kondisi, fenomena, atau isu yang menjadi dasar penelitian. Bagian ini harus menunjukkan bahwa topik yang dibahas relevan dan layak dikaji.

Contohnya saja jika artikel membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, pendahuluan perlu menjelaskan perkembangan teknologi pendidikan dan masalah yang muncul dalam penerapannya.

Kajian Singkat Penelitian Terdahulu

Pendahuluan juga memuat ringkasan penelitian sebelumnya, dengan tujuannya bukan untuk membuat tinjauan pustaka panjang, tetapi untuk menunjukkan posisi artikel dalam diskusi akademik yang sudah ada.

Bagian ini bisa menjelaskan temuan terdahulu, keterbatasan penelitian sebelumnya, atau perbedaan sudut pandang yang masih perlu dikaji.

Kesenjangan Penelitian/Gap Research

Kesenjangan penelitian atau research gap adalah bagian penting dalam pendahuluan. Di sini, penulis menunjukkan apa yang belum dijawab oleh penelitian sebelumnya.

Contohnya penelitian terdahulu sudah membahas efektivitas media digital, tetapi belum banyak meneliti penerapannya pada siswa sekolah dasar di daerah tertentu, kita bisa masuk di situ, intinya cari celah dari penelitian terdahulu dan sebaiknya tidak mengulang penelitian yang sudah ada ya.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjelaskan arah artikel secara jelas. Biasanya ditulis di akhir pendahuluan.

Contoh kalimatnya:

“Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar.”

Kontribusi Artikel

Kontribusi menjelaskan manfaat akademik atau praktis dari artikel. Bagian ini menunjukkan nilai tambah tulisan bagi pembaca, peneliti lain, guru, institusi, atau pengambil kebijakan.

Struktur Pendahuluan Artikel Ilmiah

Struktur pendahuluan artikel ilmiah yang baik biasanya disusun secara bertahap. Alurnya dapat dibuat seperti berikut:

Alur Menulis Pendahuluan Artikel Ilmiah

1. Mulai dari Konteks Umum

Awali dengan gambaran besar tentang topik yang dibahas, ingat ya hindari pembukaan yang terlalu luas dan tidak langsung mengarah ke masalah.

Contoh kurang tepat:

“Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.”

Contoh lebih baik:

“Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran semakin meningkat seiring dengan kebutuhan sekolah untuk menghadirkan proses belajar yang lebih fleksibel dan interaktif.”

2. Jelaskan Masalah Utama

Setelah konteks dijelaskan seperti contoh sebelumnya, lanjutkan dengan masalah yang ingin dikaji, perlu diingat juga bahwa masalah harus lebih spesifik dan berhubungan langsung dengan topik artikel.

3. Tampilkan Penelitian Terdahulu

Masukkan beberapa penelitian yang relevan untuk menunjukkan bahwa topik tersebut sudah pernah dibahas, tapi jangan terlalu panjang karena pembahasan detail biasanya ada di bagian tinjauan pustaka ya.

4. Tunjukkan Research Gap

Jelaskan celah/gap yang belum dibahas oleh penelitian sebelumnya, inilah alasan utama mengapa artikel Anda perlu ditulis.

5. Akhiri dengan Tujuan Penelitian

Bagian akhir pendahuluan sebaiknya berisi tujuan penelitian. Jika perlu, tambahkan kontribusi atau manfaat artikel secara singkat.

Komponen Pendahuluan Artikel Ilmiah

Komponen pendahuluan artikel ilmiah terdiri dari:

  1. konteks atau latar belakang,
  2. masalah penelitian,
  3. ringkasan penelitian terdahulu,
  4. kesenjangan penelitian,
  5. kebaruan atau kontribusi,
  6. tujuan penelitian.

Semua komponen ini tidak harus ditulis dengan subjudul terpisah. Dalam artikel jurnal, pendahuluan biasanya ditulis dalam bentuk paragraf yang mengalir.

Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah

Membuat pendahuluan artikel ilmiah bisa dimulai dengan menyusun kerangka sederhana. Jangan langsung menulis panjang tanpa arah.

Tentukan Topik Utama

Pastikan topik artikel sudah jelas, karena topik yang terlalu luas akan membuat pendahuluan melebar.

Contoh topik luas:

“Pendidikan digital.”

Contoh topik lebih fokus:

“Penggunaan platform pembelajaran digital untuk meningkatkan partisipasi siswa sekolah menengah.”

Kumpulkan Referensi Relevan

Cari artikel jurnal, buku, atau sumber akademik yang sesuai dengan topik. Referensi ini digunakan untuk memperkuat latar belakang dan menunjukkan posisi penelitian Anda.

Tulis Masalah secara Spesifik

Masalah penelitian harus terlihat jelas. Hindari kalimat yang terlalu umum, seperti “masalah ini penting untuk diteliti” tanpa menjelaskan alasannya.

Jelaskan Celah Penelitian

Tunjukkan apa yang belum dikaji, belum dijelaskan, atau belum banyak dibahas. Bagian ini membuat pendahuluan lebih kuat.

Tutup dengan Tujuan

Akhiri pendahuluan dengan tujuan artikel. Gunakan kalimat yang langsung dan mudah dipahami.

Tips Menulis Pendahuluan Artikel Ilmiah

Agar pendahuluan lebih rapi dan lebih akademis, gunakan alur dari umum ke khusus. Mulailah dari konteks besar, lalu arahkan pembaca pada masalah yang lebih spesifik.

Gunakan referensi secukupnya, ingat jangan terlalu banyak kutipan dalam pendahuluan bisa membuat tulisan terasa padat dan kurang fokus.

Hindari pembukaan yang terlalu klise. Kalimat seperti “seiring perkembangan zaman” atau “di era globalisasi” sebaiknya digunakan dengan hati-hati karena sering terasa umum dan kaku ya.

Pastikan setiap paragraf memiliki fungsi, jangan menulis paragraf yang hanya mengulang gagasan sebelumnya.

Pendahuluan Artikel Ilmiah Berapa Kata?

Panjang pendahuluan artikel ilmiah bergantung pada ketentuan jurnal. Namun, secara umum, pendahuluan biasanya sekitar 10–15% dari keseluruhan artikel.

Jika artikel berjumlah 4.000 kata, pendahuluan dapat ditulis sekitar 400–600 kata. Untuk artikel yang lebih pendek, pendahuluan bisa berada di kisaran 250–400 kata.

Yang terpenting bukan jumlah katanya, tetapi kelengkapan isi dan kejelasan alur. Pendahuluan yang singkat tetap baik selama mampu menjelaskan konteks, masalah, gap, dan tujuan.

Contoh Pendahuluan Artikel Ilmiah

Berikut contoh pendahuluan artikel ilmiah dengan tema pendidikan.

Contoh Pendahuluan Artikel Ilmiah Pendidikan

Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran semakin banyak diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Perubahan ini terjadi karena sekolah perlu menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan siswa yang semakin akrab dengan teknologi. Media digital tidak hanya digunakan sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi, akses materi, dan keterlibatan siswa.

Penggunaan media digital belum selalu berjalan efektif karena beberapa guru masih menghadapi kendala dalam memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Siswa juga tidak selalu menunjukkan keterlibatan yang tinggi meskipun pembelajaran sudah menggunakan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital perlu dikaji lebih lanjut, terutama dari sisi strategi penerapan di kelas.

Penelitian sebelumnya banyak membahas efektivitas media digital terhadap hasil belajar. Kajian yang secara khusus melihat hubungan antara penggunaan media digital dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih perlu dikembangkan, terutama pada konteks sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar.

Pendahuluan Artikel Ilmiah Populer

Pendahuluan artikel ilmiah populer memiliki gaya yang lebih ringan dibandingkan artikel jurnal. Bahasa yang digunakan tetap berbasis fakta, tetapi lebih mudah dipahami oleh pembaca umum.

Artikel ilmiah populer biasanya tidak terlalu banyak memuat istilah teknis. Pembukaannya bisa dimulai dari fenomena sehari-hari, data sederhana, atau masalah yang dekat dengan pembaca.

Contoh Pendahuluan Artikel Ilmiah Populer

Belajar dengan bantuan teknologi kini menjadi hal yang biasa di banyak sekolah. Guru menggunakan video, aplikasi, dan platform digital untuk membuat materi lebih mudah dipahami. Bagi siswa, cara belajar seperti ini terasa lebih dekat dengan kebiasaan mereka sehari-hari.

Tetapi penggunaan teknologi tidak otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Jika media yang digunakan tidak sesuai, siswa bisa saja hanya tertarik pada tampilannya tanpa benar-benar memahami materi, karena itu guru perlu memilih media digital yang tepat dan menggunakannya dengan strategi yang jelas.

Artikel ini membahas bagaimana media digital dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pembahasan difokuskan pada manfaat, tantangan, dan cara sederhana agar teknologi benar-benar mendukung proses belajar.

Kesimpulan

Pendahuluan artikel ilmiah adalah bagian awal yang menjelaskan alasan, konteks, masalah, gap, dan tujuan penelitian. Bagian ini harus ditulis dengan alur yang jelas agar pembaca memahami arah artikel sejak awal.

Struktur pendahuluan yang baik biasanya dimulai dari latar belakang, dilanjutkan dengan masalah, penelitian terdahulu, kesenjangan kajian, lalu ditutup dengan tujuan penelitian. Dengan susunan seperti ini, artikel akan terasa lebih kuat, rapi, dan layak dibaca dalam konteks akademik.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

📞WA/Telp: +62 821-1521-6307 (Editor)
📩 Email: [email protected]
🌐 Website: www.kalampractica.com

FAQ Seputar Pendahuluan Artikel Ilmiah

Pendahuluan artikel ilmiah adalah apa?

Pendahuluan artikel ilmiah adalah bagian awal artikel yang menjelaskan latar belakang, masalah, gap penelitian, tujuan, dan arah pembahasan.

Pendahuluan artikel ilmiah berisi apa saja?

Pendahuluan artikel ilmiah berisi konteks penelitian, masalah utama, penelitian terdahulu, kesenjangan penelitian, tujuan, dan kontribusi artikel.

Apa saja bagian pendahuluan artikel ilmiah?

Bagian pendahuluan artikel ilmiah meliputi latar belakang, rumusan masalah secara naratif, kajian singkat penelitian sebelumnya, research gap, tujuan, dan manfaat penelitian.

Bagaimana struktur pendahuluan artikel ilmiah yang lengkap?

Strukturnya dimulai dari konteks umum, masalah khusus, penelitian terdahulu, gap penelitian, kebaruan, lalu tujuan penelitian.

Bagaimana cara menulis pendahuluan artikel ilmiah?

Cara menulis pendahuluan artikel ilmiah adalah menentukan topik, mengumpulkan referensi, menjelaskan masalah, menunjukkan gap, lalu menutup dengan tujuan penelitian.

Bagaimana cara membuat pendahuluan artikel ilmiah pendidikan?

Pendahuluan artikel ilmiah pendidikan dapat dimulai dari isu pendidikan yang sedang dikaji, masalah di lapangan, hasil penelitian terdahulu, celah kajian, lalu tujuan penelitian.

Apa bedanya pendahuluan artikel ilmiah dan artikel ilmiah populer?

Pendahuluan artikel ilmiah lebih formal dan akademik, sedangkan artikel ilmiah populer menggunakan bahasa yang lebih ringan agar mudah dipahami pembaca umum.

Pendahuluan artikel ilmiah berapa kata?

Umumnya pendahuluan artikel ilmiah sekitar 10–15% dari total panjang artikel. Untuk artikel 4.000 kata, pendahuluan bisa sekitar 400–600 kata.

Referensi

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association: The official guide to APA style (7th ed.). American Psychological Association.
  2. Caulfield, J. (2024, September 5). Writing a research paper introduction: Step-by-step guide. Scribbr. https://www.scribbr.com/research-paper/research-paper-introduction/
  3. Cooper, H. (2020). Reporting quantitative research in psychology: How to meet APA Style Journal Article Reporting Standards (2nd ed.). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/0000178-000
  4. Drake, J. M., & Han, B. A. (2025). How to write a scientific paper in fifteen steps. PLOS Computational Biology, 21(9), e1013505. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1013505
  5. Gastel, B., & Day, R. A. (2022). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Greenwood.
  6. Heard, S. B. (2022). The scientist’s guide to writing: How to write more easily and effectively throughout your scientific career (2nd ed.). Princeton University Press.
  7. Krasnov, V. M. (2022). How to write a contemporary scientific article? Education Research International, 2022, Article 5156888. https://doi.org/10.1155/2022/5156888
  8. Kulyabov, D. S., & Sevastianov, L. A. (2024). IMRAD structure. Discrete and Continuous Models and Applied Computational Science, 32(4), 355–361. https://doi.org/10.22363/2658-4670-2024-32-4-355-361
  9. Levitt, H. M. (2020). Reporting qualitative research in psychology: How to meet APA Style Journal Article Reporting Standards (Rev. ed.). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/0000179-000
  10. Tavakol, M., & O’Brien, D. (2023). The importance of crafting a good introduction to scholarly research: Strategies for creating an effective and impactful opening statement. International Journal of Medical Education, 14, 84–87. https://doi.org/10.5116/ijme.6499.82af